Hindari Banjir Dimusim Hujan, PUTR Sumenep Maksimalkan Satgas Pematusan di berbagai Titik

Minggu, 17 November 2024 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep maksimalkam keberadaan satuan tugas (Satgas) Pematusan, khususnya pada masa musim penghujan yang akan tiba menjelang Akhir tahun ini.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Dedi Falahuddin menjelaskan, Satgas Pematusan dikerahkan untuk mengatasi terjadinya penyumbatan saluran air supaya tidak terjadi genangan atau pemicu banjir di kawasan kota Sumenep.

“Kalau saat hujan mereka itu standby, jadi jika ada saluran tersumbat bisa langsung diatasi. Sebenarnya setiap hari mereka juga selalu keliling untuk membersihkan saluran air,” kata Dedi Falahuddin, Minggu (17/11/2024).

Dedi menyampaikan bahwa sesuai temuan dilapangan penyumbatan saluran air di wilayah kota Sumenep didominasi akibat sampah. Dengan adanya Satgas Pematusan tersebut, potensi genangan dan banjir bisa segera teratasi.

Baca Juga :  Bapak Moderasi Achmad Fauzi Komitmen Jaga Keberagaman Umat Beragama di Sumenep

“Untuk Jumlah satgas yang dikerahkan sejak awal sampai saat ini ada sekitar 25 orang, mereka berkeliling. Kita memang mengerahkan mereka untuk pencegahan,” jelasnya.

Selain memaksimalkan fungsi Satgas Pematusan, Dinas PUTR Kabupaten Sumenep juga akan melakukan perbaikan drainase pada sejumlah lokasi.

Lebih lanjut Dedi menghimbau, masyarakat juga meningkatkan kesadaran untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Imbauan kita jangan buang sampah sembarangan apalagi ke saluran air. Sampah menjadi salah satu pemicu terjadi penyumbatan dan itu bisa mengganggu kelancaran saluran air,” imbau Dedi.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB