Investasi Rp 5 Miliar ke Sumenep? Ada Insentif Menanti!

Kamis, 6 Februari 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM. (Ist.nusainsider.com)

Foto. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM. (Ist.nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berupaya menarik minat investor dengan menawarkan berbagai insentif serta kemudahan perizinan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Abd Rahman Riadi, menegaskan bahwa setiap investor atau pelaku usaha yang menanamkan modalnya di Sumenep berkesempatan mendapatkan insentif sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Bappeda Sumenep

“Investor yang menanamkan modalnya di Sumenep akan memperoleh insentif, terutama bagi mereka yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Rahman dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (6/2/2025).

Salah satu syarat utama untuk mendapatkan insentif ini adalah nilai investasi minimal Rp 5 miliar. Selain itu, jumlah tenaga kerja yang direkrut juga menjadi faktor penentu.

“Semakin besar penyerapan tenaga kerja, semakin besar pula peluang mendapatkan insentif,” jelasnya.

Rahman sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa bentuk insentif yang diberikan berupa pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari 5 persen menjadi 3 persen.

Baca Juga :  Pencarian Berakhir Duka, ABK KMP. Putra Leo Bahari Ditemukan Tak Bernyawa

Selain itu, Pemkab Sumenep juga mempermudah proses perizinan bagi investor.

Untuk lebih memperkenalkan peluang investasi, Pemkab Sumenep telah mengembangkan platform SIPRO (Sumenep Investment Project Rudito Offer), yang menampilkan berbagai proyek investasi potensial.

“Melalui media elektronik seperti billboard dan video drone, investor dapat melihat langsung potensi investasi di Sumenep, termasuk sektor wisata,” katanya.

Pihaknya optimistis strategi ini akan meningkatkan realisasi investasi pada 2024.

“Saat ini, investasi sudah mencapai Rp 2,7 triliun, melampaui target Rp 2,5 triliun,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan investasi akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar pula lapangan kerja yang tercipta, sehingga angka pengangguran bisa ditekan,” tandasnya.

Saat ini, dari 15.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terdaftar di Sumenep, mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor strategis seperti minyak dan gas.

“Kami berharap semakin banyak investor yang masuk ke Sumenep, sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” Tutupnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru