Isu Jemaah Terlantar di Madinah Dibantah PPIH, Penempatan Hotel Sudah Sesuai Sistem

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Jamaah asal Indonesia saat melaksanakan Haji di Madinah

Foto. Jamaah asal Indonesia saat melaksanakan Haji di Madinah

MADINAH, nusainsider.com Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan klarifikasi terkait informasi yang menyebut tiga jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terlantar dan tidak mendapatkan tempat menginap saat berada di Madinah.

PPIH melalui Penghubung Maktab, Abd. Majid Mistarah, menegaskan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia yang tiba di Madinah telah memperoleh fasilitas akomodasi dan pelayanan sesuai standar yang telah disiapkan oleh petugas penyelenggara haji.

Menurutnya, kondisi yang dialami tiga jemaah dari Kloter 77 Embarkasi Surabaya bukan karena tidak mendapatkan kamar hotel atau pelayanan dari petugas. Persoalan tersebut terjadi karena ketiga jemaah tidak menempati hotel yang telah ditetapkan sesuai sistem penempatan resmi.

“Perlu kami sampaikan bahwa seluruh jemaah haji yang tiba di Madinah mendapatkan hotel dan pelayanan yang sama yang telah disiapkan oleh PPIH. Terkait informasi mengenai tiga jemaah pada Kloter 77 Embarkasi Surabaya, kondisi yang terjadi bukan karena terlantar dan tidak mendapatkan kasur, melainkan jemaah tersebut tidak menempati hotel yang telah ditetapkan sesuai penempatan resmi,” ujar Abd. Majid Mistarah.

Ia menjelaskan, sistem penempatan hotel bagi jemaah haji telah terintegrasi dengan data kloter yang menjadi dasar dalam pelaksanaan seluruh layanan selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga :  Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna

Karena itu, PPIH mengimbau seluruh jemaah agar tetap menempati hotel yang telah ditentukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan proses pelayanan, pengawasan, serta koordinasi petugas apabila terjadi kondisi tertentu.

Menurut Abd. Majid, perpindahan tempat tinggal atau menginap di luar hotel resmi berpotensi menimbulkan berbagai kendala pelayanan.

“Penempatan hotel dilakukan berdasarkan sistem pelayanan yang terintegrasi dengan data kloter. Apabila jemaah berpindah atau tinggal di luar hotel yang telah ditetapkan, dapat menimbulkan kendala dalam pelayanan, seperti proses pencarian apabila jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan, distribusi konsumsi, layanan kesehatan, maupun layanan operasional lainnya yang telah disusun berdasarkan data penempatan resmi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa petugas sebenarnya telah menyediakan kamar bagi ketiga jemaah tersebut di Hotel Jiwar Al-Madina. Namun, kamar yang telah disiapkan itu tidak ditempati oleh para jemaah yang bersangkutan.

“Untuk tiga jemaah tersebut, kamar sudah disiapkan oleh petugas haji di Hotel Jiwar Al-Madina. Namun kamar yang telah disediakan itu tidak ditempati oleh yang bersangkutan,” tegasnya.

PPIH juga menanggapi informasi yang beredar terkait pelayanan kesehatan terhadap ketiga jemaah tersebut. Abd. Majid meminta masyarakat agar memastikan sumber informasi yang diterima sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga :  Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga

Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara tenaga medis yang bertugas dalam struktur resmi PPIH dengan tenaga kesehatan yang berada di tingkat kloter.

Apabila komunikasi dilakukan dengan dokter kloter, maka hal tersebut berada di luar kewenangan pelayanan kesehatan yang secara langsung ditangani oleh dokter PPIH.

Meski demikian, PPIH memastikan layanan kesehatan bagi seluruh jemaah tetap tersedia dan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga :  Kabar Baik! RS BHC Sumenep Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan Sejak 14 Januari 2026

Melalui klarifikasi tersebut, PPIH menegaskan bahwa tidak ada jemaah haji yang ditelantarkan selama berada di Madinah. Seluruh fasilitas akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga pelayanan operasional lainnya telah disiapkan berdasarkan data penempatan resmi yang menjadi acuan pelayanan bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

PPIH berharap seluruh jemaah dapat mematuhi ketentuan penempatan yang telah ditetapkan agar proses pelayanan selama di Tanah Suci berjalan optimal, aman, dan terkoordinasi dengan baik.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus
Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan
Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:56 WIB

Isu Jemaah Terlantar di Madinah Dibantah PPIH, Penempatan Hotel Sudah Sesuai Sistem

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:34 WIB

Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:38 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Berita Terbaru