SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka kemiskinan melalui program unggulan bertajuk SIMPUL (Sinergi Multi Pihak Lawan Kemiskinan).
Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga sosial, dunia usaha, hingga sinergi dengan program pemerintah pusat.
SIMPUL hadir sebagai upaya terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai intervensi, mulai dari bantuan sosial, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program ini memanfaatkan data masyarakat miskin Kabupaten Sumenep sebagai dasar penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran dan efektif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menyebut SIMPUL merupakan jawaban atas tantangan geografis Kabupaten Sumenep yang memiliki karakter wilayah daratan dan kepulauan.
“Kita tidak bisa memakai pendekatan seragam. SIMPUL memastikan setiap wilayah mendapatkan intervensi program sesuai permasalahannya, sehingga intervensi tepat dan terukur dengan menggunakan basis data terpadu yaitu DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional),” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan penurunan angka kemiskinan pada tahun 2026 lebih tajam, bahkan diharapkan bisa menembus lebih dari 1 persen.
Fokus utama program SIMPUL adalah memastikan tiga strategi nasional penanggulangan kemiskinan berjalan optimal, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi beban pengeluaran masyarakat, serta meminimalisir kantong-kantong kemiskinan di wilayah Kabupaten Sumenep.
Dengan sinergi lintas sektor dan pemanfaatan data terpadu, Pemkab Sumenep optimistis program SIMPUL mampu menjadi solusi efektif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
![]()
Penulis : Wafa
















