SUMENEP, nusainsider.com — Jurnalis Sumenep Independen (JSI) resmi berdiri sebagai organisasi baru bagi para pekerja media di ujung timur Pulau Madura. Organisasi ini dideklarasikan pada 9 September 2025 sebagai ruang kolaborasi yang mengusung nilai sosial, keagamaan, serta penguatan karakter profesi jurnalistik.
Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani, menegaskan bahwa pembentukan organisasi tersebut merupakan langkah untuk menghadirkan pendekatan baru dalam meningkatkan kualitas kerja jurnalis.
Menurutnya, JSI ingin memberi warna berbeda sekaligus membangun pondasi organisasi yang berlandaskan nilai sosial, integritas, dan kepatuhan pada kode etik.
“JSI hadir ingin membawa warna baru. Kami ingin membangun pondasi yang menekankan nilai-nilai sosial, serta tetap berpegang teguh pada kode etik dan integritas profesi,” ujar Igusty di Sumenep, Kamis (27/11/2025), saat rapat persiapan Kegiatan JSI Community Impact & Journalism Festival 2025 yang berlangsung hingga 27 Desember mendatang.
Ia menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya bertugas memproduksi berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan literasi publik. Di tengah derasnya arus informasi, peran jurnalis sebagai penguat pemahaman masyarakat dinilai semakin penting.
“Tugas kita bukan hanya menulis berita. Jurnalis harus menjadi penguat bagi masyarakat, membantu mereka memahami berbagai isu dengan lebih jernih, dan tentu sah bagi jurnalis untuk bergerak dalam kegiatan sosial,” tegasnya.
Ke depan, JSI berkomitmen menumbuhkan kekompakan serta profesionalitas di antara anggotanya. Organisasi ini juga berencana membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas desa, dan lembaga sosial.
Sebagai langkah awal, JSI akan menggelar kegiatan bersih lingkungan di sejumlah titik di pusat kota Sumenep, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PKDI.
Selain itu, JSI juga akan terlibat dalam kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti membantu perbaikan musala di beberapa lokasi.
“Jurnalis juga harus peduli pada lingkungan, kemanusiaan, dan kebudayaan. Dari kepedulian itu lahir perspektif yang lebih jernih dalam bekerja,” tutur Igusty.
Dengan visi tersebut, JSI berharap mampu memperkuat ekosistem jurnalisme lokal sekaligus merajut hubungan konstruktif antara media, masyarakat, dan pemerintah.
![]()
Penulis : Wafa
















