Kasus Pemerasan Rp10 Juta, Ketua DPRD Sumenep Akhirnya Hadir di Ruang Penyidik Polres

Rabu, 12 Maret 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Oknum DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin.

Foto. Oknum DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin.

SUMENEP, nusainsider.com Penyidik Polres Sumenep kembali melayangkan panggilan kepada Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, terkait dugaan kasus pemerasan terhadap beberapa mucikari. Panggilan ini merupakan yang kedua setelah panggilan pertama diabaikan.

Kasus ini mencuat sehari setelah penggerebekan delapan pekerja seks komersial (PSK) di tiga lokasi di Sumenep pada Jumat (6/9/2024) lali. Zainal Arifin, yang disebut dengan inisial ZA, diduga meminta uang sebesar Rp10 juta kepada tiga mucikari dengan ancaman akan memenjarakan mereka.

Baca Juga :  Menebar Kebaikan, Crew Tak Roniro Berbagi Takjil untuk Sesama

Salah satu mucikari, Addur, warga Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, mengaku telah menyerahkan Rp6 juta kepada ZA.

“Saya takut dipenjara kalau tidak menyerahkan uang. Saya sendiri yang menyerahkan kepada Ji Zainal,” ungkap Addur.

Namun, ZA membantah tuduhan tersebut.

“Tidak benar, saya untuk apa mencari uang sekecil itu,” tegasnya.

Setelah ZA tidak memenuhi panggilan pertama pada 20 Februari 2025, penyidik Polres Sumenep mengirimkan panggilan kedua.

AKP Agus Rusdiyanto, Kasat Reskrim Polres Sumenep, membenarkan bahwa pemanggilan telah dilakukan dan ZA hadir dalam pemeriksaan.

“Sudah dan hadir,” singkat Agus saat dikonfirmasi pada Selasa (11/3/2025) melalui pesan WhatsApp.

Saat pewarta mencoba mendapatkan informasi lebih lanjut, pihak kepolisian meminta agar konfirmasi dilakukan langsung di ruang penyidik. Namun, di ruang penyidik, pewarta justru diarahkan untuk bertanya ke Humas Polres Sumenep.

“Untuk lebih detail, silakan konfirmasi ke Humas,” ujar salah satu penyidik pada Rabu (12/3/2025).

Saat pewarta mendatangi ruang Humas Polres Sumenep, pihak humas menyampaikan bahwa pejabat yang bertanggung jawab sedang mengikuti rapat daring.

“Lagi rapat mas, WhatsApp saja. Persiapan Operasi Ketupat,” jawab AKP Widiarti, Humas Polres Sumenep, melalui pesan singkat.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan ZA, Widiarti menyebut bahwa pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung.

“Saat ini telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Jika sudah selesai, akan dilanjutkan dengan gelar perkara,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta masih menunggu respons dari Humas Polres sumenep terkait hasil pemeriksaan lanjutan.

Loading

Penulis : Rim

Editor : Wafa

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir
Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan
Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur
Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:47 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:25 WIB

Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:30 WIB

Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:45 WIB

Anggaran Bibit Pertanian Sumenep Capai Rp 2,1 Miliar, Poktan Jadi Prioritas

Berita Terbaru