SUMENEP, nusainsider.com — Malam ketiga Madura Culture Festival (MCF) #3 tahun 2025 berlangsung meriah. Sebanyak 11 kabupaten/kota dari wilayah Tapal Kuda dan Madura unjuk kebolehan melalui ragam kesenian dan budaya yang menawan, Sabtu (30/8/2025).
Festival yang mengusung tagline “Ngopene Patbhin: Madura Rumah Kita” ini menjadi rangkaian menuju gelaran akbar Kalender Event Nasional (KEN) 2026.

Setiap daerah menampilkan ciri khasnya, menjadikan suasana penuh warna dan memperlihatkan kekayaan budaya Jawa Timur.
Dari Probolinggo, tampil kesenian Jaran Bodheg Lenggeren, sebuah tarian tradisional yang memadukan gerak enerjik dengan iringan musik khas. Lumajang menghadirkan musik dangdut tradisional yang mengakar kuat pada identitas Jawa–Madura.
Dari Banyuwangi, penampilan Gandrung Sewu menegaskan daerah ini sebagai “Mozaik Kehidupan” dengan tujuh etnis berbeda. Keberagaman budaya dan tradisi religius dijaga sebagai pengikat harmoni masyarakat.
Situbondo membawakan Tari Kawung karya Sanggar Seni Kembang Molje, hasil kolaborasi dengan lembaga Indradhanu melalui program Alih Wahana Batik Kentari. Bondowoso menampilkan kesenian Macanan Kombeng, yang khas, jenaka, dan sarat nilai budaya Madura.
Tak ketinggalan, Pasuruan hadir dengan identitasnya sebagai “Kota Santri” melalui tradisi petik laut dan sejarah candi Jawi. Jember membawakan Tari Putri Jembersari, simbol peran perempuan sebagai pagar bangsa.
Dari Madura sendiri, turut tampil kesenian khas: Bangkalan dengan Tari Akeppay, Sampang dengan Malate Satoor, serta Pamekasan dan Sumenep yang mempersiapkan suguhan budaya otentik pada malam puncak festival.
MCF #3 tak hanya menjadi ruang apresiasi budaya, tetapi juga perekat identitas bersama. Kemeriahan malam ketiga ini menegaskan bahwa Jawa Timur adalah rumah bagi keberagaman yang indah.
![]()
Penulis : Wafa

















