DKPP Sumenep Sampaikan Alasan Rubaru Sebagai Wilayah Potensial Budidaya Bawang Merah

- Pewarta

Senin, 26 Juni 2023 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Arif Firmanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep

Foto. Arif Firmanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Upland Project merupakan program kerja Presiden Ir. H. Joko widodo terkait kegiatan pemanfaatan lahan guna meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan di indonesia.

Kegiatan Upland didasarkan karena belum optimalnya pemanfaatan lahan yang ada, sedangkan luas lahan di Indonesia termasuk besar. Pemanfaatan lahan yang belum optimal mengakibatkan produktivitas petani dan pekebun di Indonesia termasuk rendah sehingga belum mampu menghadapi permasalahan pangan di Indonesia.

Upland Project di perkenalkan di Sumenep yang diadakan pada tanggal 1 Mei 2021, dengan dihadiri oleh Menteri Pertanian dan Pejabat Pemkab Setempat.

Sehingga adanya upland project ini diharapkan dapat menciptakan swasembada pangan serta ketahanan pangannya menjadi lebih baik dan juga diharapkan Upland Project tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani, “kata kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) Sumenep, Arif Firmanto saat ditemui wartawan media ini, Senin 26 Juni 2023.

Baca Juga :  Menjelang Idul Adha, Badan Pangan Nasional Bersama DKPP Dan Perindag Gelar GPM Di Pasar Bangkal

Pertama kali yang kita usulkan itu potensi komoditas bawang merah, programnya namanya upland project.

Kenapa bawang merah Rubaru? Sebab Bawang merah Varietas Rubaru mempunyai keunggulan serta wilayah Rubaru berada diatas permukaan laut (DPL) nya bisa sampai 500 ke atas.

Sehingga sumenep sebagai kabupaten yang ditawarkan Bawang Merah (Bamer), dan bamernya ada di kecamatan Rubaru.

Awalnya ada 3 (tiga) desa, Karangnangka, Basoka dan Mandala kecamatan Rubaru tapi karena program tersebut ingin berdampak luas maka ada pengembangan (red.perluasan) ke wilayah-wilayah lain di sumenep, “Paparnya.

Kadis progresif itu juga menyebut bahwa Bawang varietas Rubaru telah terdaftar di kementrian pertanian (Kementan RI) dan komoditas bawang merah paling banyak di wilayah Rubaru. Kemudian rubaru di tetapkan gubernur sebagai kawasan Agropolitan pada tahun 2011.

Baca Juga :  Berkat Program Upland Project, Petani Pasongsongan Luncurkan Inovasi Terbarukan

Tujuan dari Program upland itu sendiri adalah untuk kesejahteraan petani, tujuan pertama adalah meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air.

Sehingga dari sebelumnya ada tiga desa, meliputi, Mandala, Karangnangka dan basoka, sekarang sudah meliputi semua desa di rubaru (red. perluasan), bahkan juga wilayah pasongsongan, “jelasnya.

Sementara untuk Olahan yang sudah dibuat hasil program upland tersebut beragam, utamanya melihat pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginan pasar, diantaranya bawang goreng, tepung bawang dan sebagainya.

Kesuksesannya (red. Upland) dilihat dari banyaknya petani lain yang menanam dan atau membudidayakan bawang merah, misal di guluk-guluk, pasongsongan serta daerah lain dikabupaten sumenep, “paparnya.

Arif sapaan akrabnya menceritakan bahwa awal mula Pengusulan bamer rubaru sebagai varietas unggul pada tahun 2007 sehingga yang masuk dan ditetapkan sebagai kawasan produktif adalah kawasan rubaru serta yang menentukan layak tidaknya adalah kementan.

Baca Juga :  Tahun Ketiga ; DKPP Sumenep Kembali Laksanakan Program Upland Project 2023 Dilokasi Ini

Karena yang kita usulkan potensinya bawang merah kepada kementan. Maka, bawang merah rubaru ditetapkan sebagai ‘Varietas unggul’ oleh kementan pada tahun 2011 dalam rangka meningkatkan produksi, konsumsi dan perdagangan bamer, “tutupnya.

Loading

Berita Terkait

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama
Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas
Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar
Detik Akhir Plano Kecamatan! PPK Batang-batang Apresiasi Kondusifitas Semua Elemen
Tanamkan Nilai Moral, Tes Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih digelar PSHT Cabang Sumenep
Pertengahan Rekapitulasi Kecamatan : KPU Sumenep Mulai Evaluasi PPS dan PPK Wilayah ini
Hampir 2 Tahun “Beku” Laporan Penyalahgunaan Dana Desa Tahap III Desa Maumbi Akhirnya Di Buka Kembali
13 Anggota KPPS di Jawa Timur Meninggal Dunia, Begini Kata Gubernur Jatim

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 22:44 WIB

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama

Senin, 26 Februari 2024 - 17:30 WIB

Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas

Senin, 26 Februari 2024 - 11:15 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar

Senin, 26 Februari 2024 - 10:59 WIB

Detik Akhir Plano Kecamatan! PPK Batang-batang Apresiasi Kondusifitas Semua Elemen

Senin, 26 Februari 2024 - 00:07 WIB

Tanamkan Nilai Moral, Tes Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih digelar PSHT Cabang Sumenep

Minggu, 25 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pertengahan Rekapitulasi Kecamatan : KPU Sumenep Mulai Evaluasi PPS dan PPK Wilayah ini

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:49 WIB

Hampir 2 Tahun “Beku” Laporan Penyalahgunaan Dana Desa Tahap III Desa Maumbi Akhirnya Di Buka Kembali

Minggu, 18 Februari 2024 - 23:42 WIB

13 Anggota KPPS di Jawa Timur Meninggal Dunia, Begini Kata Gubernur Jatim

Berita Terbaru