SUMENEP, nusainsider.com — Suasana diprediksi bakal menegangkan di Kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep. Besok pagi, Senin (10/8/2026), sejumlah grup musik tong-tong dari berbagai wilayah Madura mulai memburu kesempatan untuk ambil bagian dalam Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026.
Antusiasme peserta diperkirakan tinggi lantaran kuota festival yang disediakan panitia sangat terbatas. Berdasarkan pantauan nusainsider.com pada gelaran sebelumnya tahun 2025, peserta harus bergerak cepat untuk mendapatkan kesempatan tampil karena kuota yang tersedia hanya 40 grup se-Madura.
Sementara itu, kelompok musik tong-tong yang berkembang di Pulau Madura jumlahnya mencapai hampir ratusan grup, tersebar di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan.
Kondisi tersebut membuat pembukaan pendaftaran Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026 diprediksi menjadi salah satu momentum yang paling ditunggu para pelaku seni tradisional Madura.
Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026 digelar dalam rangka Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas dan eksistensi musik tradisional khas Madura.
Berdasarkan pemberitahuan resmi Pengurus Cabang 1327 KB FKPPI Sumenep, pendaftaran peserta mulai dibuka Senin, 10 Agustus hingga Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pendaftaran berlangsung setiap hari selama periode tersebut, mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, bertempat di Aula Disbudporapar Kabupaten Sumenep.
Panitia mengingatkan calon peserta agar tidak hanya mempersiapkan materi pertunjukan, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sebelum datang melakukan pendaftaran.
Salah satu persyaratan utama yang wajib dipenuhi calon peserta adalah memiliki NIK (Nomor Induk Kesenian). Selain itu, peserta juga diwajibkan menyerahkan fotokopi KTP Ketua Group sebagai bagian dari kelengkapan administrasi.
Ketentuan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan tertanggal 9 Agustus 2026 yang ditandatangani Ketua Pelaksana Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026, M. Husni Thamrin, SH, serta diketahui oleh Edi Susanto, S.Pd.
Dengan kuota yang terbatas dan jumlah grup musik tong-tong yang cukup besar, persaingan untuk mendapatkan slot peserta diperkirakan berlangsung ketat.
Apalagi, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu panggung penting untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat keberadaan musik tradisional Madura di tengah perkembangan industri seni dan budaya.
Musik tong-tong sendiri telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kekayaan budaya Madura. Dentingan dan tabuhan alat musik tradisional tersebut memiliki karakter khas yang selama ini hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk momentum budaya, perayaan, hingga berbagai festival daerah.
Melalui Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026, kelompok-kelompok seni dari empat kabupaten di Madura memiliki kesempatan untuk berkompetisi sekaligus memperkenalkan kreativitas masing-masing kepada masyarakat luas.
Potensi membludaknya pendaftaran bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman gelaran tahun sebelumnya yang dipantau nusainsider.com, antusiasme grup musik tong-tong untuk mengikuti festival sangat tinggi.
Di sisi lain, kuota yang disediakan panitia hanya 40 grup untuk seluruh wilayah Madura.
Artinya, grup dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang maupun Bangkalan harus bergerak cepat untuk mengamankan kesempatan menjadi bagian dari festival tersebut.
Situasi ini membuat pendaftaran pada hari pertama, Senin (10/8/2026), berpotensi menjadi momentum paling ramai.
Para calon peserta pun diimbau mempersiapkan dokumen sejak awal agar proses administrasi berjalan lancar dan tidak terkendala ketika melakukan pendaftaran.
Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026 membuka pendaftaran dengan ketentuan sebagai berikut:
Tanggal: 10–15 Agustus 2026
Hari: Senin–Sabtu
Waktu: 08.00–14.00 WIB
Tempat: Aula Disbudporapar Kabupaten Sumenep
Persyaratan: Memiliki NIK (Nomor Induk Kesenian) dan menyerahkan fotokopi KTP Ketua Group.
Panitia berharap seluruh calon peserta dapat memperhatikan jadwal dan persyaratan yang telah ditentukan agar proses pendaftaran berjalan tertib.
Dengan mengusung semangat pelestarian budaya, Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang meriah, tetapi juga menjadi sarana regenerasi dan penguatan identitas seni tradisional Madura.
Kini, pertanyaannya tinggal satu: siapa saja Grup yang akan berhasil mengamankan 40 kursi peserta tersebut?
Besok pagi, perebutan tiket menuju panggung Festival Musik Tong-Tong se-Madura Open 2026 resmi dimulai.
![]()
Penulis : Wafa
















