Mengejutkan! Anggaran Wirausaha Santri 2026 Dipangkas Karena Alasan Ini

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Program Wirausaha Santri tahun 2026 kembali menjadi sorotan. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (Timgar) sepakat memangkas alokasi anggarannya secara signifikan.

Dari total usulan sebesar Rp1 miliar, hanya Rp400 juta yang disetujui. Sementara Rp600 juta sisanya dialihkan untuk renovasi Gedung Olahraga (GOR) A. Yani yang kondisinya dinilai mendesak untuk segera diperbaiki.

Bappeda Sumenep
Baca Juga :  Agus Dwi Saputra Apresiasi Lomba Story Telling Tingkat SD

Anggota Banggar DPRD Sumenep, Moh Ramzi, mengungkapkan keputusan itu berawal dari rekomendasi Komisi IV. Menurutnya, sejak diluncurkan pada 2021, program Wirausaha Santri dinilai belum memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

“Sejak awal kami tanyakan langsung ke kepala dinas, apakah ada database wirausaha santri yang jelas. Namun sampai sekarang jawabannya masih belum ada. Karena itu, kami menilai program ini perlu dievaluasi,” tegas Ramzi, Sabtu (16/8/2025) dikutip dari locusjatim.com.

Politisi Partai Hanura itu menilai, anggaran yang besar untuk program tanpa indikator keberhasilan akan lebih bermanfaat bila dialihkan ke sektor lain yang lebih urgen.

“Dengan kondisi GOR A. Yani yang banyak mengalami kerusakan, tentu lebih mendesak untuk diperbaiki. Itulah sebabnya Rp600 juta dari anggaran wirausaha santri dialihkan ke perbaikan sarana olahraga,” jelasnya.

Ramzi juga menekankan bahwa pemangkasan ini bukanlah keputusan sepihak. Prosesnya melalui tahapan panjang, mulai dari rekomendasi Komisi IV, pembahasan di Banggar, hingga perumusan bersama dengan Timgar.

“Jadi ini bukan keputusan sepihak. Komisi IV memberikan rekomendasi, lalu dibahas di forum Banggar dan TAPD, hingga akhirnya disepakati bersama. Semua dilakukan demi efektivitas penggunaan anggaran daerah,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru