Mengejutkan! Meski Dalam Penjara, Para Napi Masih Bisa Menafkahi Keluarga. Ternyata Hasil dari Ini

Sabtu, 6 Juli 2024 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Rumah Tahanan Negara (KaRutan) kabupaten Sumenep. Istimewa, Nusainsider.com: Ach Toifur Ali Wafa)

Foto. Kepala Rumah Tahanan Negara (KaRutan) kabupaten Sumenep. Istimewa, Nusainsider.com: Ach Toifur Ali Wafa)

SUMENEP, nusainsider.com Ada yang menarik saat wartawan http://nusainsider.com bertamu dan bincang santai perdana dalam rangka Silaturahmi bersama Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, M Ridwan Susilo, Kamis, 4 Juli 2024

“Menafkahi keluarga dari dalam penjara“. Bahasa tersebut muncul disela-sela guyonan yang serius bersama Kepala Rutan, Humas Rutan dan Kasubsi Yantah Rutan.

Misalnya, kegiatan Rutin warga binaan selain membaca Alqur’an, Shalat Berjamaah dan program membatik dari kepemimpinan Karutan sebelum dirinya, ia merasa terpacu untuk mengembangkan program kreatif ini bagi para tahanan.

“Sebenarnya ini sudah ada sejak sebelum-sebelumnya, cuma saya tertarik untuk mengembangkannya lagi dan terus mengembangkan lagi,” katanya.

Sasaran produksi batik karya narapidana Rutan Kelas IIB Sumenep ini lebih ia arahkan pada model batik yang disukai anak muda.

Baca Juga :  Beternak Kambing, Cara Rutan Sumenep Tumbuhkan Keterampilan Warga Binaan

“Dengan tampilan-tampilan yang lebih elegan dan cocok lah untuk anak-anak muda,” tuturnya.

Sejumlah upaya ia usahakan untuk mengangkat branding batik hasil produksi para napi Rutan Kelas II B Sumenep. Salah-satunya dengan menggandeng putra-putri Indonesia saat tampil pada ajang bergengsi tingkat regional maupun di tingkat nasional.

Fokus pemasaran, kata M Ridwan sapaan akrabnya adalah dengan cara memanfaatkan ruang promosi di media sosial.

“Kalau ingin tahu, boleh silakan buka facebook atau instagram. Ya, di situ ada namanya Catra Batik Sumenep. Di situ ada produk desain-desain kita,” ungkapnya.

Semua alat membatik disediakan oleh Rutan. Untuk proses satu karya yang bagus biasanya butuh waktu tiga sampai empat hari.

Hasil dari penjualan batik sepenuhnya diberikan untuk napi yang mengerjakan.

“Hanya saja mungkin disisihkan sejumlah nominal untuk kepentingan pembelian bahan ya, untuk produksi selanjutnya,” jelas M Ridwan.

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Media nusainsider.com (Kanan), Kepala Rutan Sumenep, M Ridwan Susilo (Tengah), M. Faizi, Media Serikatnews.com (Kiri).

Jadi, walaupun berada dalam masa tahanan, mereka masih sempat ngirim nafkah untuk keluarga mereka yang ada di rumah. Ya, hasil dari kerja mereka membatik itu.

Batik khas karya para napi di Rutan Sumenep ini juga dipasarkan untuk seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumhan yang ada di Jawa Timur.

“Untuk seragam ya, mas. Itu pesanan per kanwil biasanya sampek minimal 150 pcs. Jadi lumayan lah hasilnya,” katanya.

Baca Juga :  Batik Catra, Produk Unggulan Rutan Sumenep Berhasil Tembus Pasar Internasional

“Lain lagi jika ada pesanan odong-odong hias, mereka juga masih dapet duit dari kerja itu,” pungkasnya menambahkan.

Sebelumnya diberitakan media http://nusainsider.com Desainer Handal inisial HM yang tidak mau diungkap nama aslinya menyampaikan bahwa Catra diambil dalam bahasa Sansekerta, artinya Payung kebesaran raja.

Jadi, Kita ini Raja. Tidur di jagain, Makan di Siapin, kemana-mana di kawal. Apa bedanya kita dengan Pejabat, tidak ada, “katanya kepada sejumlah media saat dikonfirmasi di Rumah produksi Rutan Sumenep, Kamis 4 Juli 2024.

Misalnya pada pagelaran pameran desa wisata kemarin, kita dijagain mas takut kabur kan. Tidur, dikunci dan dijaga dari Luar. Makanya kita beri nama label Produksi batik kami dengan sebutan ‘Catra’.

Terkait desain, itu muncul dari pikiran dan penglihatan. Pikiran saya dan apapun yang saya lihat dan apapun yang muncul akan langsung saya gambar untuk dijadikan lukisan batik.

“Saya dapat wayang, langsung di gambar wayang. Dapat bunga, saya gambar bunga, dapat keris, saya gambar keris. Saya habis nonton film Geisha, saya angkat jadi batik”, Imbuhnya sembari memperlihatkan Katalog hasil lukisannya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat
Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, BKPSDM Sumenep Serukan Penguatan Karakter ASN
Pemkab Sumenep Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Warga Perkuat Persatuan
Kadisdik Sumenep : Pancasila Harus Menjadi Pedoman dalam Dunia Pendidikan
Konser Radhiesta Music Kembali Digelar di Sumenep, Penonton Soroti Harga Tiket dan Larangan Membawa Rokok
Bos DRT The Big Family Sebut Valen DA7 Talenta Luar Biasa, Ajak Masyarakat Terus Mendukung
DRT Kembali Dukung Madura Fest 2026, H. Syafwan Wahyudi: Pabrik Muda Harus Berani Berkarya untuk Daerah

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:06 WIB

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Senin, 1 Juni 2026 - 10:17 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, BKPSDM Sumenep Serukan Penguatan Karakter ASN

Senin, 1 Juni 2026 - 08:16 WIB

Pemkab Sumenep Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Fauzi Ajak Warga Perkuat Persatuan

Senin, 1 Juni 2026 - 07:50 WIB

Kadisdik Sumenep : Pancasila Harus Menjadi Pedoman dalam Dunia Pendidikan

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:34 WIB

Bos DRT The Big Family Sebut Valen DA7 Talenta Luar Biasa, Ajak Masyarakat Terus Mendukung

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:37 WIB

DRT Kembali Dukung Madura Fest 2026, H. Syafwan Wahyudi: Pabrik Muda Harus Berani Berkarya untuk Daerah

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:14 WIB

Pintu Masuk Utara Ditutup Tanpa Pemberitahuan, Warga Soroti Manajemen Konser Radhiesta Malam Ini

Berita Terbaru