Konser Radhiesta Music Kembali Digelar di Sumenep, Penonton Soroti Harga Tiket dan Larangan Membawa Rokok

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pintu Masuk Konser Madura Fest 2026

Foto. Pintu Masuk Konser Madura Fest 2026

SUMENEP, nusainsider.com Konser Radhiesta Music yang menghadirkan penyanyi jebolan Dangdut Academy 7 (DA7), Valen Akbar, di Lapangan GOR A Yani, Sumenep, Minggu (31/5/2026) malam, berlangsung meriah dan dipadati ribuan penonton.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Penonton dari berbagai daerah memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan Valen Akbar bersama sejumlah artis lainnya yang turut memeriahkan panggung hiburan tersebut.

Namun, di balik meriahnya konser, sejumlah pengunjung menyoroti adanya perbedaan harga tiket yang beredar di lapangan dibandingkan dengan harga yang sebelumnya dipublikasikan panitia.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam berbagai materi promosi, harga tiket masuk konser dipatok sebesar Rp80.000 per orang.

Akan tetapi, sejumlah penonton mengaku masih menemukan penjualan tiket di area konser dengan harga mencapai Rp85.000 per lembar.

Baca Juga :  Pelatihan Gaharu Keluarga Sumenep: Cetak Fasilitator Pengasuhan Berbasis Maslahat

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari kalangan pengunjung mengenai mekanisme penjualan tiket yang diterapkan penyelenggara. Sejumlah penonton mempertanyakan alasan adanya selisih harga dari yang sebelumnya diumumkan kepada masyarakat.

“Harga yang kami tahu Rp80 ribu sesuai informasi yang beredar. Tapi di lokasi masih ada yang menjual Rp85 ribu. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” ujar salah seorang penonton yang enggan disebutkan namanya di lokasi acara.

Bahkan, Dengan harga tiket yang melambung tinggi justru ada kebijakan larangan untuk pengunjung membawa Rokok ke lokasi kegiatan selain rokok merk DRT.

“Kebijakan macam apa ini mas? Kita sudah bayar tiket mahal-mahal masak dilarang bawa Rokok selain produk DRT? Dikira kita orang tua harus menikmati rokok kretek”, Pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, panitia Madura Fest belum memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan harga tiket dan Larangan Membawa Rokok yang ditemukan di lapangan maupun alasan penjualan tiket dengan harga yang berbeda dari informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat.

Baca Juga :  Realisasi Investasi Naik Tajam, Sumenep Mantapkan Diri sebagai Daerah Ramah Investor

Meski demikian, konser tetap berlangsung dengan antusiasme tinggi. Ribuan penonton tampak memenuhi kawasan Lapangan GOR A Yani dan menikmati rangkaian hiburan yang disajikan sepanjang malam.

Di sisi lain, Radhiesta Music yang menjadi grup pengiring dalam konser tersebut sebelumnya juga sempat mendapat sorotan dari sebagian penonton pada awal 2026.

Saat itu, sejumlah penonton menilai iringan musik yang dimainkan kurang selaras saat mendampingi beberapa artis, termasuk Valen Akbar dan Mila DA7.

Baca Juga :  Meriah! Komunitas Pemuda "Rudal" Hadirkan Ketoprak dan Musik Tong-tong Legendaris di Sumenep

Beberapa penonton bahkan menilai terdapat ketidaksesuaian iringan musik yang membuat penampilan artis tidak tampil maksimal di atas panggung.

Meski sempat menuai kritik, Radhiesta Music kembali dipercaya untuk mengiringi penampilan para artis dalam konser yang digelar di Sumenep malam itu.

Masyarakat berharap penyelenggaraan konser di Sumenep ke depan lebih transparan, khususnya terkait harga tiket dan informasi kepada pengunjung, agar kegiatan hiburan berlangsung nyaman dan tidak menimbulkan pertanyaan di tengah publik.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian
Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:46 WIB

Semarak Harkopnas ke-79, Gerakan Koperasi Sumenep Gelar Kerja Bakti Bersama

Berita Terbaru