Pintu Masuk Utara Ditutup Tanpa Pemberitahuan, Warga Soroti Manajemen Konser Radhiesta Malam Ini

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Penutupan Pintu Masuk konser Valen DA7 Bersama Radhiesta Music di Sumenep 31 Mei 2026

Foto. Penutupan Pintu Masuk konser Valen DA7 Bersama Radhiesta Music di Sumenep 31 Mei 2026

SUMENEP, nusainsider.com Gelaran Konser Radhiesta yang menghadirkan tiga artis kebanggaan Indonesia di Kabupaten Sumenep menuai kecaman dari salah satu warga Kota Keris.

Kecaman tersebut muncul akibat penutupan pintu masuk sebelah utara lokasi kegiatan yang dilakukan secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan kepada pengunjung.

Wahed, salah satu pengunjung, mengaku merasa dirugikan dengan kebijakan penutupan akses tersebut. Ia menuturkan bahwa dirinya datang ke lokasi sekitar pukul 16.52 WIB menggunakan kendaraan roda empat dan memarkirkannya di area sebelah utara.

Menurutnya, kedatangannya ke lokasi bukan untuk menonton konser, melainkan hanya memenuhi keinginan anaknya yang ingin membeli makanan dan minuman yang dijual di area kegiatan.

“Saya datang hanya untuk membeli makanan dan minuman untuk anak. Karena parkir di sebelah utara, saya masuk melalui akses yang saat itu masih dibuka,” ujarnya kepada media ini, Ahad (31/5/2026).

Namun setelah selesai berbelanja, dirinya mendapati pintu masuk sebelah utara yang sebelumnya terbuka telah ditutup tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengunjung.

“Padahal acara konsernya sendiri masih dimulai sekitar jam enam sore. Tiba-tiba akses ditutup tanpa alasan yang jelas dan tanpa ada informasi sebelumnya kepada masyarakat,” keluhnya.

Ia mengakui sempat mendengar pengumuman dari atas panggung yang meminta kendaraan yang berada di dalam area kegiatan untuk dipindahkan karena akan dilakukan sterilisasi lokasi. Akan tetapi, menurutnya, pengumuman tersebut tidak menjelaskan bahwa akses pintu masuk sebelah utara akan ditutup pada waktu tertentu.

“Memang ada pengumuman agar kendaraan yang berada di lokasi dipindah karena akan dilakukan sterilisasi. Tapi mobil saya berada di luar, di jalan raya. Tidak ada pemberitahuan bahwa pintu masuk utara akan ditutup mulai jam berapa sampai jam berapa. Minimal masyarakat diberi informasi lebih dulu,” tegasnya.

Akibat penutupan akses tersebut, Wahed mengaku harus memutar arah dengan jarak yang cukup jauh untuk kembali menuju kendaraannya.

“Kasihan pengunjung yang datang. Harus putar balik dengan jarak yang tidak dekat, kurang lebih satu kilometer. Seharusnya panitia tidak seenaknya melakukan penutupan tanpa pemberitahuan,” katanya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan perizinan kegiatan konser maupun mekanisme penutupan akses jalan yang dilakukan panitia.

“Saya juga mempertanyakan izin konser ini, termasuk izin penutupan jalannya. Apakah sudah berkoordinasi dengan instansi terkait maupun aparat penegak hukum? Kalau memang ada izin, apakah dalam izin tersebut disebutkan penutupan akses dilakukan mulai pukul 17.00 WIB?” tanyanya.

Wahed berharap panitia kegiatan ke depan lebih memperhatikan kenyamanan dan hak masyarakat dengan memberikan informasi yang jelas terkait perubahan akses maupun rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi acara.

Baca Juga :  Berkat Bakatnya, Dafa Wijaya Dapat Apresiasi Khusus dari Bupati Sumenep

Ia mengecam tindakan penutupan mendadak tersebut karena dinilai merugikan pengunjung yang datang bersama keluarga dan tidak mengetahui adanya perubahan akses masuk menuju area kegiatan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pewarta masih belum memperoleh konfirmasi dari pihak panitia penyelenggara konser.

Upaya menghubungi salah satu pihak yang biasa terlibat dalam kegiatan serupa belum membuahkan hasil. Yang bersangkutan mengaku tidak menjadi bagian dari kepanitiaan Konser Madura Fest 31 Mei 2026 tahun ini.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru