PWI Pamekasan Bangun Ruang Dialog, Bahas Masa Depan Birokrasi dan Jabatan Definitif OPD

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. PWI Pamekasan

Foto. PWI Pamekasan

PAMEKASAN, nusainsider.com Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Krisis Definitif di Tubuh OPD: Membedah Tata Kelola Birokrasi Pamekasan dan Peran Strategis Legislatif” pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai ruang diskusi publik untuk mengupas persoalan banyaknya jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang hingga kini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, mengatakan FGD tersebut merupakan bentuk nyata fungsi kontrol sosial pers dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.

Menurutnya, PWI tidak hanya menjadi organisasi profesi wartawan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai salah satu pilar demokrasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengawasan yang objektif dan konstruktif.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan tujuan bagaimana iklim yang dinamis di Pamekasan bisa terbangun. PWI tidak hanya berdiri sebagai wadah berkumpulnya wartawan, melainkan juga sebagai pilar demokrasi yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pembangunan daerah,” ujar Hairul Anam.

Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sekaligus Direktur Kabar Madura itu menjelaskan bahwa persoalan kekosongan pejabat definitif di sejumlah OPD menjadi perhatian berbagai kalangan.

Baca Juga :  Pemkab Deli Serdang Siapkan 1.242 Hektare Lahan untuk Program Nasional 3 Juta Rumah

Meski penunjukan Plt merupakan mekanisme transisi yang sah, menurutnya keberadaan pejabat definitif tetap sangat dibutuhkan karena memiliki legitimasi penuh dalam mengambil keputusan strategis yang berdampak terhadap pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, Hairul Anam menegaskan bahwa forum tersebut tidak bertujuan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menjadi ruang dialog yang sehat untuk menghimpun berbagai perspektif.

“FGD ini kami hadirkan bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Ini adalah ruang kolaboratif yang sehat untuk mendengar berbagai sudut pandang,” tambah dosen UNIBA Madura tersebut.

Untuk mengupas persoalan secara komprehensif, PWI Pamekasan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, yakni Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Plt Kepala BKPSDM Pamekasan Saudi Rahman, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, serta akademisi Dr. Moh. Subhan.

Baca Juga :  Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Diskusi yang dipandu Wakil Ketua PWI Pamekasan sekaligus Pemimpin Redaksi Media Jatim, Ongky Arista UA, berlangsung interaktif dengan menghadirkan pandangan dari unsur eksekutif, legislatif, hingga akademisi mengenai tantangan tata kelola birokrasi di Kabupaten Pamekasan.

FGD tersebut juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus dan anggota PWI, insan pers, organisasi nonpemerintah (NGO), akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, IPNU, IPPNU, DK PPMI Madura, Sekretaris Jenderal DK PPMI, HIPMI, hingga KNPI.

Baca Juga :  Nobar Bareng Bupati Sumenep di Padati Ribuan Penonton

Melalui forum lintas sektor ini, PWI Pamekasan berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat reformasi birokrasi.

“Kita semua menginginkan satu tujuan yang sama, yakni lahirnya reformasi birokrasi di Pamekasan yang sehat, transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada pelayanan publik,” pungkas Hairul Anam.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pelantikan Camat Sapeken Jadi Momentum Perbaikan Kepulauan, Aktivis Soroti Narkoba dan BBM
Lima Kursi Kepala OPD Masih Lowong, Pemkab Sumenep Pastikan Seleksi Sesuai Merit Sistem
Siapkan Layanan Terbaik, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelontorkan Hadiah Rp17 Juta untuk Unit Terbaik
Pelayanan Kesehatan Naik Kelas, RSUD dr. Moh. Anwar Lengkapi 19 Poliklinik dan SDM Spesialis
Menuju Rumah Sakit Modern, RSUDMA Sumenep Optimalkan Teknologi untuk Pelayanan Publik
Komitmen Mutu Dibuktikan, RSUDMA Sumenep Raih Capaian Indikator Pelayanan di Atas 90 Persen
RSUDMA Masuk Program Prioritas Kemenkes, Warga Sumenep Segera Nikmati Layanan Penyakit Katastropik
Police Goes To School, Satlantas Sumenep Ajak Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:33 WIB

PWI Pamekasan Bangun Ruang Dialog, Bahas Masa Depan Birokrasi dan Jabatan Definitif OPD

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:53 WIB

Pelantikan Camat Sapeken Jadi Momentum Perbaikan Kepulauan, Aktivis Soroti Narkoba dan BBM

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:42 WIB

Lima Kursi Kepala OPD Masih Lowong, Pemkab Sumenep Pastikan Seleksi Sesuai Merit Sistem

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:44 WIB

Siapkan Layanan Terbaik, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelontorkan Hadiah Rp17 Juta untuk Unit Terbaik

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:42 WIB

Pelayanan Kesehatan Naik Kelas, RSUD dr. Moh. Anwar Lengkapi 19 Poliklinik dan SDM Spesialis

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:32 WIB

Komitmen Mutu Dibuktikan, RSUDMA Sumenep Raih Capaian Indikator Pelayanan di Atas 90 Persen

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:28 WIB

RSUDMA Masuk Program Prioritas Kemenkes, Warga Sumenep Segera Nikmati Layanan Penyakit Katastropik

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:55 WIB

Police Goes To School, Satlantas Sumenep Ajak Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru