Musrenbang RPJMD Sumenep Dimulai, Arah Baru Pembangunan Ditetapkan

Selasa, 6 Mei 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Giat Musrenbang RPJMD 2025-2029 kabupaten Sumenep di Pendopo Agung keraton Sumenep, Selasa 6 Mei 2025.

Foto. Giat Musrenbang RPJMD 2025-2029 kabupaten Sumenep di Pendopo Agung keraton Sumenep, Selasa 6 Mei 2025.

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumenep 2025–2029.

Kegiatan Musrenbang RPJMD ini dilaksanakan di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Selasa (06/05/2025), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai unsur.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang komunikasi strategis untuk menyatukan persepsi dalam merancang arah pembangunan lima tahun ke depan.

Menurutnya, Musrenbang RPJMD merupakan wadah interaktif antara pemerintah daerah dan masyarakat, untuk menyampaikan masukan terhadap kebijakan strategis pembangunan sesuai visi dan misi kepala daerah.

“Musrenbang ini membahas rancangan RPJMD yang mencakup kesepakatan atas permasalahan pembangunan, penetapan prioritas, arah kebijakan, serta penyelarasan program dan kegiatan strategis,” ungkap Arif Firmanto di sela-sela sambutannya, Selasa 6 Mei 2025.

Ia menambahkan, dokumen RPJMD memiliki peran vital sebagai acuan pembangunan jangka menengah. Karena itu, proses penyusunannya harus partisipatif dan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rencana yang disusun benar-benar berangkat dari akar persoalan yang dihadapi masyarakat Sumenep, serta menjawab tantangan pembangunan yang ada,” lanjutnya.

Musrenbang RPJMD Kabupaten Sumenep 2025–2029 diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari kepala perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD dan BUMN, organisasi masyarakat dan keagamaan, akademisi, mahasiswa, LSM, organisasi profesi, hingga awak media.

Baca Juga :  Rayakan Hari Jadi ke-756, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kemandirian Ekonomi Syariah

Dengan melibatkan elemen yang luas, diharapkan dokumen RPJMD yang dihasilkan bersifat inklusif, aspiratif, dan berorientasi pada pencapaian hasil pembangunan yang konkret dan berkelanjutan.

“Kami berharap RPJMD ini dapat menjadi pedoman bersama dalam menjawab isu strategis pembangunan, serta menjadi dasar perencanaan program yang tepat sasaran dan berdampak nyata,” tegas Arif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rangkaian Musrenbang RPJMD telah dimulai sejak Februari 2025 dan ditargetkan rampung maksimal pada awal Agustus 2025. Seluruh proses akan dituangkan dalam berita acara sebagai bahan penyempurnaan rancangan akhir RPJMD.

“Dokumen hasil Musrenbang ini nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan RPJMD sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,” ucapnya.

Bappeda Kabupaten Sumenep terus berkomitmen menjadikan Musrenbang sebagai sarana efektif menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam pembangunan.

Baca Juga :  Kelola APBN Rp75 Miliar, KSOP Kalianget Diminta Diaudit Ketat oleh BPK RI

Arif Firmanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam forum Musrenbang ini. Ia menilai kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah.

Dengan adanya Musrenbang RPJMD ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap mampu menyusun perencanaan pembangunan yang visioner, realistis, dan mampu menjawab harapan masyarakat dalam lima tahun mendatang, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Ali

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru