Pemkab Sumenep dan FKUB Satukan Langkah Cegah Konflik Berdimensi Agama

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Safari Kerukunan dan Pelatihan Early Warning System (EWS) Konflik Berdimensi Agama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Foto. Kegiatan Safari Kerukunan dan Pelatihan Early Warning System (EWS) Konflik Berdimensi Agama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerukunan umat beragama dengan menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep melalui kegiatan Safari Kerukunan dan Pelatihan Early Warning System (EWS) Konflik Berdimensi Agama. Kegiatan tersebut digelar di Aula Bappeda Sumenep, Rabu (24/12/2025).

Kabupaten Sumenep sebelumnya berhasil meraih penghargaan bergengsi Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Penghargaan tersebut menempatkan Sumenep sebagai salah satu daerah paling kondusif dan rukun di Indonesia, sekaligus menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan sosial dan budaya. Prestasi ini juga diperkuat dengan penghargaan kepada Bupati Sumenep sebagai penjaga harmoni seni dan budaya.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, SH., MH, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mencakup pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.

“Tanpa kerukunan, rasa aman tidak akan tercipta. Jika rasa aman terganggu, maka pembangunan pun tidak dapat berjalan dengan baik,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia menilai dinamika masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan globalisasi semakin kompleks. Kondisi tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga konflik berlatar belakang agama apabila tidak dikelola secara bijaksana.

Baca Juga :  Saatnya Komunitas Berperan: Strategi Baru Bupati Sumenep dalam Membangun Pariwisata

Menurutnya, konflik yang kerap disebut sebagai konflik agama pada dasarnya lebih banyak dipicu oleh persoalan sosial yang kemudian diberi label keagamaan. Oleh sebab itu, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Pendekatan yang dilakukan harus melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga generasi muda,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menyampaikan bahwa Safari Kerukunan dan pelatihan EWS memberikan manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kedamaian dan persatuan.

“Safari kerukunan bukan sekadar ajang silaturahmi antarumat beragama, tetapi juga menjadi sarana dialog, komunikasi, serta penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan di tengah perbedaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, EWS tidak hanya menangani isu keagamaan, tetapi juga berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat. Karena itu, penyatuan visi dan misi seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Keragaman agama, suku, bahasa, dan pendapat merupakan kekayaan bangsa yang dijamin undang-undang. Perbedaan ini seharusnya memperkuat persatuan, bukan justru memicu konflik,” tegas Wasid.

Ketua FKUB Kabupaten Sumenep, KH Achmad Qusyairi Zaini, menegaskan bahwa FKUB hadir untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan tolong-menolong antarumat beragama demi terciptanya kehidupan yang damai.

“FKUB pada prinsipnya menjalankan peran toleransi dan tolong-menolong dalam menjaga kehidupan umat beragama agar tetap harmonis,” ujarnya.

Menurutnya, FKUB secara konsisten memperkuat komunikasi dan silaturahmi lintas tokoh agama, baik melalui dialog formal maupun pendekatan kultural yang langsung menyentuh masyarakat.

“Kami terus memperkuat komunikasi dan silaturahmi lintas tokoh agama, baik melalui dialog formal maupun pendekatan kultural,” tambahnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah
Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini
Roadshow Madura, Senator DPD RI Lia Istifhama Perkuat Jaringan Pembangunan Berbasis Aspirasi Daerah
Unitomo Friendship Run 2026 Jadi Magnet Pecinta Lari, Ratusan Peserta Semarakkan Dies Natalis ke-45
Pilgub Jatim 2029 Mulai Menghangat, Emil Teratas, Lia Istifhama Kedua, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar
Sinergi untuk Ketahanan Energi, SKK Migas dan PC North Madura II Rangkul Nelayan Pesisir Sampang
DPD RI Lia Istifhama sebut Sumenep Layak Jadi Kabupaten Kepulauan demi Masa Depan Maritim
Kementan Percayakan Program Strategis ke Sumenep, Bupati Fauzi Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:35 WIB

Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 08:13 WIB

Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:25 WIB

Roadshow Madura, Senator DPD RI Lia Istifhama Perkuat Jaringan Pembangunan Berbasis Aspirasi Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:37 WIB

Unitomo Friendship Run 2026 Jadi Magnet Pecinta Lari, Ratusan Peserta Semarakkan Dies Natalis ke-45

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:46 WIB

Pilgub Jatim 2029 Mulai Menghangat, Emil Teratas, Lia Istifhama Kedua, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:53 WIB

DPD RI Lia Istifhama sebut Sumenep Layak Jadi Kabupaten Kepulauan demi Masa Depan Maritim

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:06 WIB

Kementan Percayakan Program Strategis ke Sumenep, Bupati Fauzi Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Mahasiswa UNISMA Dorong Literasi Digital dan Jiwa Kepemimpinan Siswa Lewat Sosialisasi Digital Leadership

Berita Terbaru