SUMENEP, nusainsider.com — Perekonomian Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kemajuan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor antaram organisasi pemuda dan pemerintah desa yang selama ini aktif menggerakkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya.
Sinergi tersebut kembali terlihat pada gelaran pagelaran seni Ketoprak Rukun Famili yang dimulai malam ini. Acara budaya yang dijadwalkan berlangsung selama dua malam itu menggandeng komunitas pemuda “Rudal” dari Dusun Pesisir Desa Legung Timur sebagai penggerak utama kegiatan.

Tidak hanya menampilkan kesenian tradisional ketoprak, kegiatan tersebut juga menghadirkan stan UMKM lokal yang dikelola pemuda dan pelaku usaha kecil desa.
Kesempatan ini menjadi ruang promosi bagi warga untuk menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hingga kuliner khas pesisir.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadrian grup musik tong-tong legendaris. Grup Mega Remmeng ini baru saja kembali aktif dan sempat mencuri perhatian publik setelah tampil memukau dalam ajang Festival Musik Tong-tong se-Madura di Sumenep pada bulan lalu. Kembali tampilnya kelompok musik tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga desa.
Pantauan media di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Bahkan sebelum pertunjukan dimulai, area depan panggung sudah dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan pagelaran budaya tersebut.
Tepat pukul 21.24 WIB, suasana pecah setelah panitia menyalakan kembang api sebagai tanda resmi dimulainya acara, menambah semarak malam kebudayaan itu.
Amrosi, salah satu pengurus sekaligus panitia pelaksana, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga untuk mendorong percepatan ekonomi desa melalui sektor UMKM dan pelestarian budaya.
“Kami ingin generasi muda tidak sekadar menikmati hiburan, tetapi juga ikut menjaga warisan leluhur. Kehadiran UMKM di acara ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menambah pendapatan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung,” ujar Amrosi.
Menurutnya, kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, dan pelaku seni menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat mengembangkan ekonomi berbasis budaya. Ia menegaskan bahwa organisasi pemuda “Rudal” berkomitmen terus menjaga kesenian tradisional serta mendorong munculnya berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah desa terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Rudal, karena organisasi ini berupaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya tak benda di ujung timur Pulau Madura,” tambahnya.
Amrosi juga memastikan bahwa komunitas “Rudal” akan terus memperluas partisipasi pemuda dalam kegiatan budaya dan ekonomi kreatif agar perekonomian desa semakin kuat dan mandiri.
![]()
Penulis : Wafa

















