Pertalite dan Solar Diburu, BPH Migas Tambah Pasokan BBM ke SPBU Terdampak di Jatim

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala BPH Migas/Kepala Komite Wahyudi Anas, S.T

Foto. Kepala BPH Migas/Kepala Komite Wahyudi Anas, S.T

SURABAYA, nusainsider.com Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Timur akibat tingginya permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendapat perhatian serius dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa antrean yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh lonjakan konsumsi BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Solar, yang di sejumlah wilayah mencapai 25 persen dibandingkan kondisi normal.

“Kalau kita lihat satu per satu, untuk daerah yang kritis dan antreannya besar, kenaikan konsumsinya mencapai 25 persen. Sementara di daerah lain, di luar wilayah yang menjadi antrean, kenaikan rata-rata hanya 6 sampai 7 persen,” ujarnya seperti dikutip berbagai sumber, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan data BPH Migas, hingga 29 Juni 2026 konsumsi Pertalite di Jawa Timur tercatat meningkat sekitar 14 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, konsumsi Solar mengalami kenaikan sebesar 10,8 persen.

Baca Juga :  Stafsus Menkumham Laksanakan Penguatan Reformasi Birokrasi di Lapas Pemuda Tangerang

Menurut Wahyudi, lonjakan konsumsi tersebut berkorelasi dengan meningkatnya aktivitas kendaraan angkutan logistik yang beroperasi di kawasan pelabuhan utama Jawa Timur, seperti Tanjung Perak, Teluk Lamong, dan Gresik.

“Dari analisis kami, memang ada peningkatan kendaraan angkutan logistik yang sangat tajam. Kendaraan-kendaraan ini membutuhkan BBM untuk membawa barang dari pelabuhan ke titik-titik pengiriman,” jelasnya.

Selain faktor logistik, BPH Migas juga menilai terjadi pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi menuju BBM subsidi. Kondisi tersebut dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang menyebabkan harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Tahun Ketiga ; DKPP Sumenep Kembali Laksanakan Program Upland Project 2023 Dilokasi Ini

Wahyudi menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi dengan menaikkan kuota BBM subsidi dan kompensasi negara sebesar 12 persen pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian, dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia dinilai mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan BBM subsidi, terutama Pertalite dan Solar.

“Akibatnya, masyarakat cenderung shifting atau bergeser ke BBM subsidi dan kompensasi negara, yaitu Pertalite dan Solar,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, BPH Migas telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus guna meningkatkan suplai BBM ke SPBU-SPBU terdampak hingga 20–25 persen per hari.

Baca Juga :  Plt Sekda Bukan Tempat Coba-Coba, Publik Desak Bupati Sumenep Waspada

Selain penambahan volume pasokan, dilakukan pula penggeseran armada mobil tangki dari sejumlah wilayah untuk mempercepat distribusi BBM ke daerah yang mengalami antrean panjang.

“Kami memastikan akan terus melakukan evaluasi terkait penyediaan cadangan, stok, dan proyeksi kenaikan kebutuhan BBM, khususnya di wilayah dengan aktivitas logistik dan ekonomi tinggi seperti Jawa Timur,” pungkas Wahyudi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru