PosCurhat akan Menyasar Seluruh Desa, BappedaSumenep Perkuat Partisipasi Warga dalam Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Bappeda Sumenep, Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU., ASEAN Eng.

Foto. Kepala Bappeda Sumenep, Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU., ASEAN Eng.

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menargetkan PosCurhat hadir di seluruh desa sebagai kanal partisipasi masyarakat dalam menyampaikan persoalan, kebutuhan, hingga usulan pembangunan.

Program yang sebelumnya hanya berjalan di sejumlah desa itu kini kembali dihidupkan. Pemkab Sumenep ingin menjadikan PosCurhat sebagai ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah, termasuk bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan tidak hanya bertumpu pada perencanaan pemerintah.

Menurutnya, persoalan yang muncul di tingkat masyarakat perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.

“Media ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan dan permasalahan yang terjadi kepada pemerintah. Setiap gagasan dan persoalan yang terjadi pasti akan ditindaklanjuti oleh Pemkab,” kata Arif.

Selain memperluas ruang partisipasi publik, PosCurhat diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender di Kabupaten Sumenep. Langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender.

Baca Juga :  Tegaskan HAM dalam Rapat Paripurna, Nia Kurnia Fauzi Ajukan Raperda P2 KDRT

Arif menjelaskan, perempuan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam program tersebut. Pemkab ingin menyediakan ruang komunikasi yang nyaman dan terbuka sehingga perempuan dapat menyampaikan kebutuhan, persoalan, maupun kepentingan mereka.

“Media ini nanti akan tersedia di seluruh desa. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” ujarnya.

Arif mengakui PosCurhat bukan program baru di Sumenep. Fasilitas tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah desa, tetapi dalam perkembangannya tidak lagi berjalan secara optimal.

“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tetapi tidak aktif dalam perkembangannya. Oleh karena itu, kami rasa perlu menghidupkan kembali fasilitas ini agar fungsinya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.

Menurut Arif, pengaktifan kembali PosCurhat tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat bagi warga untuk menyampaikan keluhan. Aspirasi yang masuk harus memiliki jalur tindak lanjut yang jelas agar dapat memberikan dampak terhadap kebijakan pembangunan.

Baca Juga :  Rebut Trophy Bupati! Festival Aransemen Tong-Tong Sumenep Resmi Dibuka

Karena itu, PosCurhat diharapkan menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan proses perencanaan pemerintah.

Warga tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga dapat memberikan gagasan berdasarkan kondisi nyata di wilayah masing-masing.

Keberadaan PosCurhat juga diharapkan mendorong masyarakat semakin aktif terlibat dalam pembangunan. Warga tidak sekadar menjadi penerima kebijakan, tetapi turut memberikan masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” ujar Arif.

Dengan target penerapan di seluruh desa, keberhasilan PosCurhat nantinya tidak cukup diukur dari banyaknya aspirasi yang terkumpul.

Baca Juga :  Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bupati Sumenep: Investasi Generasi Emas 2045

Program tersebut akan lebih bermakna apabila suara masyarakat benar-benar masuk dalam proses perencanaan, ditindaklanjuti pemerintah, dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan di tingkat desa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru