SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pelaksanaan Profiling ASN (ProASN) sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM pemerintah sekaligus mempercepat reformasi birokrasi, Kamis (11/12/2025).

Plt Kepala BKPSDM Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa ProASN merupakan instrumen penting untuk membangun tata kelola aparatur yang profesional dan berbasis kompetensi.
“Melalui ProASN, setiap pegawai memiliki peta kompetensi individual yang dapat dimanfaatkan dalam penempatan jabatan, mutasi, promosi, hingga perencanaan pengembangan karier,” ujarnya.
Menurut Arif, ProASN tidak hanya menjadi kegiatan penilaian teknis, tetapi sebuah proses komprehensif untuk memetakan potensi, kompetensi, dan arah pengembangan aparatur secara terukur.
Data yang valid dan terstandar memungkinkan pemerintah daerah menempatkan ASN sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD).
“ProASN adalah bagian dari transformasi besar untuk mewujudkan SDM aparatur yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan zaman,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi peta kompetensi berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan publik. Penempatan pegawai sesuai kapasitasnya diyakini mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sehingga lebih cepat, tepat, dan berkualitas.
“Modernisasi birokrasi hanya dapat berjalan apabila seluruh ASN memiliki integritas, kompetensi, dan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan diri,” jelasnya.
Pada tahap pertama implementasi, BKPSDM Sumenep telah memprofil sebanyak 380 ASN dari berbagai perangkat daerah. Jumlah tersebut terdiri dari 142 pejabat administrator dan 238 pejabat pengawas. Tahap lanjutan juga akan segera dilakukan dengan sasaran sekitar 400 ASN.
“ProASN adalah wujud keseriusan pemerintah dalam membangun aparatur yang profesional dan berdaya saing. Kami berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan momentum ini untuk mengenali potensi diri, sekaligus menjadikannya motivasi untuk meningkatkan kompetensi ke depan,” pungkas Arif Firmanto.
![]()
Penulis : Wafa

















