SUMENEP, nusainsider.com — Forum Pemuda Raas (FPR) Sumenep bersama Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Raas (FPR) Sumenep konsisten akan terus mengkawal sejumlah permasalahan yang ada di kecamatan ra’as, salah satunya terkait program pemberdayaan masyarakat (PPM) yang setiap tahun di nilai kurang maksimal dalam Realisasi program Pemberdayaan masyarakat yang sudah di tetapkan sesuai dengan hasil sosialisasi oleh pihak SKK MIGAS kepada masyarakat.
Ketua FPR Sumenep, Nur Kauma mewarning SKK MIGAS agar betul-betul mengawasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Program Pemberdayaan masyarakat (PPM) khususnya di kecamatan Raas agar dilaksanakan sesuai dengan perintah undang-undang dan harus memberi manfaat yang jelas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Secara khusus kami atas nama Forum Pemuda Raas (FPR) sumenep meminta pihak SKK MIGAS agar tidak main-main dalam merealisasikan Program Pemberdayaan masyarakat (PPM), karena kami lihat banyak sekali penyimpangan dan kurangnya pengawasan pada program pemberdayaan masyarakat (PPM) di kecamatan ra’as”, Imbuhnya Nur Kauma kepada media nusainsider.com, Sabtu 29 Juni 2024.
Contohnya PPM pada tahun 2022 yang di realisasikan di kecamatan ra’as kabupaten sumenep yang kami nilai stagnan dan tidak berdampak secara signifikan terhadap masyarakat secara keseluruhan.
Sehingga, Untuk menyikapi hal tersebut, pihaknya akan melaksanakan kajian Ke-Migasan dan akan segera menindaklanjuti Audensi persoalan realisasi PPM di kecamatan ra’as agar pengurus dan kader FPR Sumenep mampu melakukan advokasi dan pengawalan realisasi PPM di setiap daerah setempat.
“Ya mas, kami akan agendakan kajian ilmiah tentang ke-Mugasan tersebut, dan akan berfokus pada pembahasan Program Pemberdayaan masyarakat (PPM) untuk seluruh pengurus dan Kader FPR Sumennep, biar teman-teman bisa mengawal setiap pelaksanaan Program PPM di kecamatan raas” ujarnya.
Menurutnya, kedepan FPR Sumenep akan mengawal secara serius pelaksanaan Program Pemberdayaan masyarakat (PPM) di kecamatan raas, oleh karena itu Pengurus dan kader FPR Sumenep harus mampu memahaminya terlebih dahulu.
“Intinya, kita akan kawal Realisasi Program Pemberdayaan masyarakat (PPM) dengan serius, biar betul-betul memberikan manfaat kepada masyarakat dan programnya tidak asal-asalan, yang mana programnya kami nilai masih kurang efektif secara pengawasan, dan membantu pengembangan perekonomian masyarakat jangka panjang.
Ditambahkan, Harapan kami dengan keseriusan pengawasan dari SKK MIGAS mengenai penyaluran program pemberdayaan masyarakat (PPM) ini akan sangat mampu membantu mengangkat dan menstabilkan perekonomian masyarakat kepulauan Ra’as agar sejahtera. (*)
![]()
Penulis : Mif
















