Proyek Bibit Kelapa Dalam Rp312 Miliar Masuk Sumenep, Muncul Dugaan Kejanggalan di Lapangan

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mengucurkan anggaran sebesar Rp312.912.000.000 untuk program benih bibit kelapa dalam yang dibagikan kepada 15 kabupaten di Indonesia.

Di Jawa Timur, salah satu daerah penerima program tersebut adalah Kabupaten Sumenep. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rupiah Murni (A) yang dikelola Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun 2025.

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas mengusulkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

“CPCL adalah daftar data yang memuat nama petani, kelompok tani, beserta lokasi lahan yang diverifikasi untuk menerima bantuan program pemerintah seperti benih, saprodi, maupun alsintan,” ujar Chainur Rasyid.

Ia menegaskan bahwa proses distribusi benih kelapa dilakukan langsung oleh pemerintah pusat kepada kelompok atau penangkar yang ditunjuk.

“Sementara untuk benih kelapa tersebut dropping langsung dari pusat, yakni kementerian, ke kelompok atau penangkar,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Inong itu juga mengaku bahwa tim dari kementerian bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), DKPP, serta berbagai pihak terkait sudah turun langsung melakukan monitoring ke lokasi penangkaran bibit kelapa milik Amsul di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Distribusi Beras Jadi Fokus, Pasar Murah Pemprov Jatim Ramai Diserbu Warga

Amsul diketahui telah menekuni usaha pembibitan kelapa selama lima tahun terakhir.

Menurut Chainur, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong hilirisasi sejumlah komoditas perkebunan strategis, seperti kopi, kakao, tebu, mente, dan kelapa. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus mendongkrak ekspor nasional.

“Kita tahu bahwa komoditas kelapa merupakan salah satu komoditas prioritas pemerintah dalam hilirisasi perkebunan. Hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor negara melalui pengembangan produk-produk turunan,” tambahnya.

Namun demikian, di tengah besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat, proyek pengadaan benih kelapa dalam di Kabupaten Sumenep mulai menuai sorotan.

Baca Juga :  Kopdar Baladewa Kembangkan Jalinan Silaturrahim, Satukan Persepsi di Segala Sektor

Berdasarkan pantauan nusainsider.com di lokasi pada Sabtu sekitar pukul 16.10 WIB, tampak papan informasi proyek berada di atas sebuah mobil pikap yang diduga baru akan dipasang di lokasi penangkaran milik Amsul di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang.

Proyek benih kelapa dalam yang dimenangkan oleh CV Elang Buana asal Kabupaten Blitar itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu diaudit secara menyeluruh.

Baca Juga :  Transformasi Tembakau Madura: Kiprah Haji Her Diakui di Ajang detikJatim Awards

Terlebih, nilai anggaran yang digelontorkan tidak sedikit, dengan rincian produksi benih kelapa dalam intermediate sebanyak 13.038.000 batang dengan harga satuan Rp24.000 per batang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pewarta mengaku belum memperoleh akses untuk melakukan konfirmasi kepada pihak pemenang tender maupun penangkar bibit kelapa asal Desa Legung Timur tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru