Proyek Nelayan Miliaran di Sumenep Mandek, Warga Khawatir Jadi Proyek ‘Bangunan Tanpa Aktivitas’

Senin, 6 April 2026 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, hingga kini belum rampung sepenuhnya.

Berdasarkan penelusuran media nusainsider.com pada Minggu (5/4/2026), progres pembangunan proyek yang dikerjakan oleh CV Cendana Indah asal Kabupaten Sampang itu masih berada di angka 92,84 persen.

Capaian tersebut menjadi sorotan, mengingat sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Inspektorat Jenderal menargetkan penyelesaian proyek mencapai 100 persen pada 15 Maret 2026 lalu, namun hingga kini proyek tersebut belum menunjukkan progres sesuai target.

Padahal, Target itu disampaikan Inspektur Jenderal KKP, Sakti Wahyu Trenggono, saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka safari Ramadan ke lokasi KNMP Desa Dapenda pada 2 Maret 2026.

Baca Juga :  Rangkap Jabatan BUMD Sumenep Disorot, Pemkab Pastikan Sesuai PP 54/2017

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, serta mampu mendukung penguatan sarana dan prasarana sektor kelautan dan perikanan.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa proyek tersebut belum sepenuhnya tuntas. Dengan progres yang masih berada di kisaran 92 persen, kuat dugaan terjadi perpanjangan kontrak antara pihak kementerian dengan pelaksana proyek, yakni CV Cendana Indah.

Situasi ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan langkah konkret KKP maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan, dalam memastikan keberlanjutan program tersebut.

Baca Juga :  Astaga! Pelayaran Rakyat Terancam Hilang, Pemilik Perahu Sapudi Minta Pemerintah Turun Tangan

Terlebih, KNMP Desa Dapenda disebut-sebut telah mulai beroperasi selama kurang lebih empat bulan. Namun, efektivitasnya sebagai sentra ekonomi nelayan masih dipertanyakan.

“Program ini kan tujuannya besar, supaya nelayan lebih mandiri dan inovatif. Tidak hanya menangkap ikan, tapi juga bisa mengembangkan usaha pengolahan hasil laut dan ekonomi kreatif berbasis kelautan. Tapi sampai sekarang, apakah sudah ada perencanaan jelas atau masih sebatas wacana?” ujar salah satu warga setempat yang meminta namanya dirasakan kepada nusainsider.com.

Warga tersebut juga menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan dalam proyek ini. Ia berharap pembangunan KNMP tidak bernasib sama seperti sejumlah proyek lain di Sumenep yang hanya meninggalkan bangunan fisik tanpa aktivitas berkelanjutan.

“Jangan sampai proyek puluhan miliar ini hanya jadi bangunan kosong tanpa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan program yang telah diamanahkan oleh pemerintah pusat.

“Dinas terkait harus serius. Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga memastikan program ini benar-benar berjalan dan memberi dampak ekonomi bagi nelayan. Kalau tidak, ini hanya akan jadi proyek simbolik saja,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keterlambatan penyelesaian proyek maupun rencana pengembangan lanjutan KNMP Desa Dapenda.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama
Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan
Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur
DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa
CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold
Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta
Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat
Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:47 WIB

Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:06 WIB

Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:53 WIB

DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:03 WIB

CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold

Senin, 1 Juni 2026 - 15:06 WIB

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Senin, 1 Juni 2026 - 10:17 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, BKPSDM Sumenep Serukan Penguatan Karakter ASN

Berita Terbaru