SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep terus memperluas fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur jalan, tetapi juga sektor kebutuhan dasar masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas PUTR, Eri Susanto, berbagai program strategis digencarkan, mulai dari penyediaan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tangki septik, hingga tempat pembuangan sampah (TPS).
Program SPAM menjadi salah satu prioritas utama guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami kesulitan akses air.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 17 kelompok swadaya masyarakat (KSM) menerima program tersebut, dengan total anggaran mencapai Rp6.446.300.000 dan menghasilkan 591 sambungan rumah (SR).
Selain itu, pembangunan MCK juga mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.180.635.000 untuk pembangunan fasilitas sanitasi di 16 masjid dan musala yang tersebar di wilayah Kota Keris.
Di sektor pengelolaan sampah, Pemkab Sumenep turut membangun TPS di enam lokasi berbeda dengan total anggaran sebesar Rp1.011.051.000, sebagai upaya meningkatkan kebersihan lingkungan.
Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati KH Imam Hasyim, pemerintah daerah juga mendorong pola hidup sehat dengan menargetkan penghapusan praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Pada tahun 2025, sebanyak 741 unit tangki septik dibangun di 31 desa yang tersebar di 21 kecamatan, dengan total anggaran mencapai Rp9.678.360.000.
Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto, menegaskan bahwa pembangunan SPAM merupakan program rutin tahunan karena terbukti efektif membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
“Kami tidak hanya membangun SPAM, tetapi juga memastikan sambungan air sampai ke rumah-rumah warga,” ujarnya kepada nusainsider.com, 30 Maret 2026.
Ia menambahkan, pembangunan MCK dan tangki septik bukan sekadar realisasi anggaran, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
“Tujuan utama kami adalah menghentikan perilaku buang air besar sembarangan, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















