SUMENEP, nusainsider.com — Suasana meriah menyelimuti Balai Desa Beluk Raja, Jumat (4/9/2026). Puluhan anak dan masyarakat berkumpul mengikuti Gebyar Lomba dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar KPM STITA Posko 4 Desa Beluk Raja.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meraih Prestasi, Meneladani Akhlak Nabi, Mencetak Generasi Islami” Acara pembukaan dihadiri Kepala Desa Beluk Raja Kadarisman, Sekretaris Desa Azizah, jajaran aparat desa, Koordinator Kecamatan (Korcam), peserta, serta masyarakat setempat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan. Sebanyak lebih dari 93 peserta akan berkompetisi dalam lima cabang lomba.
Lima cabang tersebut meliputi Lomba Adzan, Tartilul Qur’an, Lari Rukun Islam, Sambung Lafadz, dan Tahan Tawa.
Seluruh rangkaian perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai dari pembukaan, pelaksanaan berbagai cabang lomba, hingga penutupan. Para peserta akan menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta semangat dalam mengikuti setiap perlombaan.
Koordinator Desa (Kordes) KPM Posko 4, Ainurrahman, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Menurutnya, Gebyar Lomba juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, mengembangkan potensi, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, mencintai nilai-nilai keislaman, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Ainurrahman.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian KPM STITA Posko 4 kepada masyarakat Desa Beluk Raja.
Selain menjadi ruang untuk menggali potensi dan meningkatkan kreativitas anak-anak, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga.
Sementara itu, Kepala Desa Beluk Raja, Kadarisman, menyampaikan apresiasi kepada KPM STITA Posko 4 yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia berharap seluruh rangkaian perlombaan dapat berlangsung lancar. Para peserta juga diminta mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami berharap seluruh rangkaian perlombaan dapat berjalan dengan lancar, sportif, dan penuh semangat. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, mempererat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Kadarisman.
Dalam kesempatan tersebut, Kadarisman juga berpesan kepada para peserta agar terus belajar dan berusaha menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan desa.
“Adik-adik ikutilah lomba ini dengan meriah dan penuh antusias. Jangan hanya memikirkan menang atau kalah. Yang paling penting adalah kita bisa berkumpul, bersaudara, dan menjadi satu keluarga yang baik,” pesannya.
Kadarisman juga mengingatkan anak-anak untuk selalu menghormati orang yang lebih tua, khususnya kedua orang tua, meskipun kelak telah tumbuh dewasa dan mencapai kesuksesan.
Menurutnya, menghormati serta berbuat baik kepada orang tua merupakan bagian penting dari akhlak yang perlu ditanamkan sejak dini dan sejalan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Gebyar Lomba Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan yang meriah, tetapi juga memberikan pengalaman serta nilai positif bagi para peserta.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, mencintai nilai-nilai Islam, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KPM STITA Posko 4 dengan masyarakat Desa Beluk Raja melalui kegiatan yang edukatif, religius, dan sarat kebersamaan.
![]()
Penulis : Wafa
















