Serukan Keadilan untuk Neneng, Aliansi Masyarakat Peduli Geruduk Mapolres Sumenep

Selasa, 15 Oktober 2024 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan Nihayatus Sa’adah (NS) di Sumenep, Madura, terus memicu kemarahan publik.

Aliansi Masyarakat Peduli (AMP) Neneng (NS) menggelar aksi audiensi di Mapolres Sumenep, menuntut penanganan serius dari pihak kepolisian, Selasa (15/10/2024).

Dalam aksi tersebut, massa mengungkap kecurigaan terkait pengakuan pelaku berinisial AR, yang mengklaim membunuh korban karena korban menolak berhubungan badan.

Bappeda Sumenep

Banyak pihak, termasuk keluarga korban, meragukan pengakuan tersebut, menilai itu hanya alibi untuk meringankan hukumannya.

“Kami bersama masyarakat mendesak Polres Sumenep mengusut kasus ini dengan serius. Pembunuhan, dengan alasan apa pun, tetaplah tindakan keji dan tidak manusiawi,” ujar Ahmad Hanafi, koordinator aksi masyarakat.

Keluarga korban juga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian Nihayatus.

Baca Juga :  PBV Banteng Agung Raih Juara Pertama Pertandingan Volly Dandim Cup III 2024

Mereka menemukan indikasi bahwa selang oksigen korban diduga dicabut saat dirawat di Puskesmas Batang-batang.

Fakta ini semakin memperkuat kecurigaan keluarga bahwa ada unsur kesengajaan yang berusaha ditutupi.

Hanafi juga mengungkap bahwa korban telah lama menjadi korban kekerasan, bahkan sejak masa pertunangan.

AR, pelaku, disebut sering menggunakan uang korban secara berlebihan.

Pada Juni lalu, korban dilaporkan mengalami kekerasan fisik berat yang menyebabkan lebam di wajah dan leher, serta mual-mual.

Kejanggalan semakin nyata ketika keluarga korban tidak menerima kabar kematian Nihayatus langsung dari keluarga pelaku, melainkan dari orang lain.

Hal itu menambah kuat dugaan keluarga bahwa ada fakta yang ditutupi dan kemungkinan cerita dibuat-buat untuk melindungi pelaku.

“Kami curiga ada unsur kesengajaan dan cerita yang direkayasa untuk menutupi fakta pembunuhan ini,” lanjut Hanafi.

Dalam tuntutannya, masyarakat mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan cepat, memeriksa pihak-pihak lain yang diduga terlibat, serta mendalami motif pembunuhan.

Mereka juga meminta agar pelaku dijatuhi hukuman berat dan setimpal dengan perbuatannya.

Baca Juga :  Guru Ngaji di kabupaten Sumenep Deklarasi Dukungan Pasangan FAHAM 2 Periode

Adapun tuntutan Masyarakat:

  1. Polisi harus mengusut tuntas kasus ini dengan transparan dan cepat.
  2. Periksa dan tangkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
  3. Dalami motif pembunuhan karena pengakuan pelaku diragukan.
  4. Berikan hukuman berat dan setimpal kepada pelaku.

Sementara itu, Kasihumas Polres Sumenep, AKP Widiarti, S.H., menyampaikan komitmen Polres untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh keluarga korban dan masyarakat.

“Dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat berarti bagi kami. Polres Sumenep berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata AKP Widiarti.

Lebih lanjut, Kanit Pidum Ipda Sirat, S.H., menambahkan bahwa penyidikan kasus KDRT tersebut terus berjalan dan pihaknya akan memastikan semua bukti serta fakta terungkap dengan jelas.

Penyidik pembantu Bripka Nurmalita, S.H., juga menegaskan keseriusan Polres Sumenep dalam menangani kasus ini hingga tuntas.

Audiensi ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi antara Polres Sumenep dengan keluarga korban dan masyarakat luas.

Diharapkan, melalui kerjasama yang baik, keadilan bagi Neneng dapat segera terwujud, “Jelasnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal
Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional
Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda
Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura
Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau
DRT The Big Family Angkat Nilai Budaya Madura Lewat Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025
Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat
Ning Lia: Politik Sejati Adalah Kebaikan yang Dirasakan Semua Golongan
banner 325x300

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:13 WIB

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 07:55 WIB

Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:27 WIB

Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:06 WIB

Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:23 WIB

Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:24 WIB

Ning Lia: Politik Sejati Adalah Kebaikan yang Dirasakan Semua Golongan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:48 WIB

Sapi Milik H. Fathor Rosi Tak Terkalahkan di Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025

Berita Terbaru