SUMENEP, nusainsider.com — Minimnya evaluasi dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sosial Rumah Sejahtera di Dusun Jatean, Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, diduga dua kali menyajikan makanan yang mengandung ulat kepada penerima manfaat.
Insiden pertama terjadi pada Rabu, 8 April 2026. Saat itu, wali murid dan guru menemukan dugaan ulat dalam menu puding buah naga yang disajikan kepada siswa. Temuan tersebut bahkan disebut terlihat jelas setelah diperiksa secara saksama.
Namun, belum tuntas evaluasi atas kejadian pertama, insiden serupa kembali terjadi pada 18 April 2026. Dalam peristiwa kedua ini, dugaan ulat kembali ditemukan di dalam wadah makanan MBG, yang memicu kekhawatiran dan keresahan di kalangan masyarakat.
Kondisi tersebut menuai kritik keras dari Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan, Andriyadi. Ia menilai, insiden berulang ini menunjukkan lemahnya pengawasan serta tidak adanya evaluasi serius dari pihak terkait.
“Satgas MBG dan Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Sumenep jangan menutup mata. Insiden kedua ini patut diduga terjadi karena tidak adanya evaluasi menyeluruh dari berbagai pihak, terutama Satgas dan Korwil setempat,” tegas Andriyadi kepada nusainsider.com, Rabu (22/04/2026).
Ia juga memberikan ultimatum kepada pihak terkait. Dalam waktu 7×24 jam, jika tidak ada inspeksi mendadak (sidak) dan evaluasi konkret, pihaknya akan melangkah lebih jauh dengan mendatangi Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami sudah mengantongi dokumen serta bukti-bukti yang sebelumnya dikirimkan masyarakat ke redaksi. Jika tidak ada tindakan, kami akan langsung melaporkan ke BGN,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas temuan tersebut.
Ia memastikan bahwa inspeksi mendadak akan segera dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan.
“Biar kita sidak dulu. Satgas akan menindaklanjuti ke lapangan terkait adanya temuan tersebut,” tegas Arif saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (11/04/2026) lalu.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat program MBG seharusnya menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil resmi dari sidak yang dijanjikan pihak Satgas.
![]()
Penulis : Wafa
















