Sumenep Pusat Kebudayaan, Tapi Pendataan Seni Masih Bolong Tim Riset Usulkan Regulasi Baru

Jumat, 21 November 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Riset Kesenian Sumenep di Kantor BRIDA

Foto. Riset Kesenian Sumenep di Kantor BRIDA

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan terkuat di Jawa Timur. Beragam seni tradisi yang hidup di tingkat desa hingga pusat kabupaten bukan hanya menjadi warisan budaya berharga, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang terus mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Sorotan terhadap dinamika kebudayaan ini muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim Riset Universitas Al Amien Prenduan di Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Jumat (21/11/2025).

Baca Juga :  Rayakan Harjad Ke-755, Puskesmas Batang-batang Berbagi Makanan Bergizi Kepada Pengunjung

FGD tersebut menjadi bagian dari penelitian berjudul “Evaluasi Kebijakan Pendataan dan Pelestarian Produk Seni di Kabupaten Sumenep: Analisis Efektivitas dan Rekomendasi Kebijakan Publik Distributif.”

Luthfatul Qibtiyah, salah satu peneliti, menegaskan bahwa pendataan seni tradisi di Sumenep saat ini belum berjalan ideal.

“Jumlah kelompok seni meningkat setiap tahun, namun pendataannya belum komprehensif. Kondisi ini membuat upaya pengembangan dan pelestarian seni menjadi kurang optimal,” ungkapnya.

Untuk menjawab persoalan itu, tim riset merekomendasikan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai aturan teknis dari Perda Nomor 18 Tahun 2018.

Baca Juga :  Syukuran Akhir Tahun, Pemkab Sumenep Apresiasi Baznas atas Kontribusi Nyata Dukung Pembangunan daerah

Perbup tersebut diharapkan dapat mengatur alur pendataan, mekanisme pelatihan, pembagian peran antarinstansi, pendanaan, hingga indikator keberhasilan dalam pelestarian seni.

Menurut Luthfatul, pendataan berjenjang menjadi kunci keberhasilan sistem pelestarian budaya. Desa berfungsi sebagai titik awal pengumpulan data komunitas dan jenis kesenian, kecamatan bertindak sebagai agregator, sementara kabupaten menjadi pusat integrasi data.

“Dengan sistem seperti ini, kita dapat mengidentifikasi kesenian yang berpotensi punah, mengarahkan pelatihan secara tepat sasaran, serta memastikan distribusi sumber daya yang lebih merata,” tambahnya.

FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Olahraga (Disbudporapar), Bappeda, Dinas Sosial, serta Diskominfo Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Syukuran Akhir Tahun 2024, Cara Bupati Sumenep Apresiasi Keberhasilan Program Daerah

Kehadiran lintas instansi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan yang melindungi dan mengembangkan produk seni tradisi secara berkelanjutan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama
Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan
Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur
DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa
CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold
Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta
Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat
Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:47 WIB

Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:06 WIB

Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:53 WIB

DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:03 WIB

CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold

Senin, 1 Juni 2026 - 15:06 WIB

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Senin, 1 Juni 2026 - 10:17 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, BKPSDM Sumenep Serukan Penguatan Karakter ASN

Berita Terbaru