Universitas Siliwangi Terapkan Pertanian Cerdas Untuk Petani Jeruk Lemon

Sabtu, 21 September 2024 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pengabdian Masyarakat Universitas Siliwangi Kepada Petani Jeruk dan Lemon di Ciamis.

Foto. Pengabdian Masyarakat Universitas Siliwangi Kepada Petani Jeruk dan Lemon di Ciamis.

CIAMIS, nusainsider.com Pada 16 September 2024, Universitas Siliwangi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk ‘Diseminasi dan Implementasi Inovasi Teknologi Pertanian Adaptif terhadap Perubahan Iklim pada Komoditas Jeruk Lemon California dengan Pendekatan Climate Smart Agriculture (CSA)”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, bekerja sama dengan Kelompok Tani Karya Laksana VI yang diketuai oleh Asep Kosasih.

Program ini mendapatkan dukungan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Imam Taufiqurrahman, Dosen Teknik Elektro Universitas Siliwangi, bersama dengan anggota tim Andri Ulus Rahayu dan Nurul Risti Mutiarasari, mengusung pendekatan Climate Smart Agriculture (CSA) dalam budidaya jeruk lemon California.

Baca Juga :  Dienan Silmy: Pionir IP Nusantara dan Pelaku Industri Perfilman

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada petani mengenai teknologi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim.

Dengan teknologi ini, para petani diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus menyesuaikan dengan perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Para petani juga diajarkan cara meningkatkan kualitas tanah, mengelola air secara efisien, dan menerapkan strategi agronomi yang lebih ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan pertanian mereka.

Selain pelatihan budidaya, tim juga memberikan pendampingan tentang pemasaran produk jeruk lemon, mengingat pentingnya pemasaran dalam meningkatkan daya saing di pasar.

Para petani didorong untuk memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai alat promosi, serta memperkuat jaringan distribusi agar produk jeruk lemon dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang untuk masuk ke pasar ekspor.

“Kami berharap teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini dapat diadopsi oleh para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka sekaligus meminimalkan dampak perubahan iklim. Ini adalah langkah kecil, tapi penting, dalam membangun ketahanan pertanian di daerah ini,” ujar Imam Taufiqurrahman selaku ketua tim.

Sementara, Asep Kosasih, Ketua Kelompok Tani Karya Laksana VI, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

Baca Juga :  Cari Atlet Berkualitas, 128 Peserta Siap Bertanding pada Tournamen Billiard Madura Open 2024 di Sumenep

Ia menyatakan bahwa pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kelompoknya dalam menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Kami sering menghadapi tantangan akibat cuaca ekstrem yang bisa merusak tanaman kami. Dengan adanya teknologi ini, kami merasa lebih siap menghadapi situasi tersebut dan yakin bisa meningkatkan hasil panen jeruk lemon kami,” ungkap Asep.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendampingan pemasaran juga sangat membantu mereka untuk memperluas jangkauan produk, sehingga lebih banyak konsumen yang mengenal jeruk lemon hasil pertanian mereka.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi yang baik antara akademisi dan masyarakat dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim.

Melalui dukungan Kemdikbudristek, para petani lokal tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga solusi konkret untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Diharapkan, kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat di masa depan.

Loading

Penulis : Zi

Berita Terkait

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik
CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif
Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:42 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB