2 Unit Kapal Kapal Tangki Air, Upaya Pemkab Sumenep Atasi Masalah Air Bersih di Kepulauan

Senin, 11 Maret 2024 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) jawab keresahan ketersediaan Air bersih di kepulauan Sumenep melalui suplai air bersih untuk masyarakat.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pemkab Sumenep mengatasi ketersediaan Air bersih yang dinilai menjadi penghambat masyarakat kepulauan dari segala aktivitas usaha dan sebagainya.

Pengadaan kapal tangki air sudah selesai. Untuk pengoperasian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Sumenep menunggu regulasi.

Kapal tangki air dibuat sejak 2023. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2 miliar, “Kata Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Sumenep Dedi Falahuddin kepada media nusainsider.com, Senin 11 Maret 2024.

Dedi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Dua unit kapal tersebut akan memfasilitasi masyarakat kepulauan di wilayah Kecamatan Sapeken dan Sapudi. Sebab, dua kecamatan ini yang sering mengalami kesulitan air bersih.

Baca Juga :  Oknum Polsek Sapeken Aniaya Dua Remaja, Polres Sumenep Berkelit Begini

Kapal tangki air yang dibuat di Banyuwangi, Alhamdulillah sudah selesai.

Untuk pengoperasiannya tinggal menunggu waktu. Instansinya tengah menyiapkan regulasi.

”Insyaallah (segera beroperasi), masih disiapkan regulasinya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Anggarkan Ratusan Juta, DLH Sumenep Dukung Smart City

Pihaknya menyatakan, kapal tangki air akan dihibahkan. Pihaknya sudah menentukan penerima hibah.

Kapal untuk Kecamatan Sapeken akan dihibahkan kepada Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) Sadulang Indah.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Sapudi akan diberikan pada Hippam Sumber Barokah.

”Kami belum menetapkan jadwalnya. Yang jelas, kami akan usahakan secepat mungkin bisa diserahkan kepada dua kelompok hippam itu,” tutupnya.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Hadirkan Solusi Belanja Hemat, Istana Perabot Serba 2000 Dibuka di Ambunten
Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan
Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:20 WIB

Hadirkan Solusi Belanja Hemat, Istana Perabot Serba 2000 Dibuka di Ambunten

Minggu, 19 April 2026 - 17:26 WIB

Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan

Minggu, 19 April 2026 - 14:11 WIB

Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Berita Terbaru

Foto. Ilustrasi

Nasional

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:36 WIB