Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Prof. Dr. Achsanul Qosasi, S.E., M.M., CSFA., CFrA. Politikus Asal Madura

Foto. Prof. Dr. Achsanul Qosasi, S.E., M.M., CSFA., CFrA. Politikus Asal Madura

MADURA, nusainsider.com Politikus asal Madura sekaligus tokoh yang dikenal peduli terhadap masyarakat Madura, Prof. Dr. Achsanul Qosasi, S.E., M.M., CSFA., CFrA., kembali menyuarakan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor tembakau yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Pulau Madura.

Menurut Achsanul Qosasi, bagi sebagian besar petani di Madura, tembakau bukan sekadar komoditas pertanian. Tembakau merupakan sumber penghasilan utama yang mampu mengangkat taraf hidup keluarga mereka setiap musim panen tiba.

Ia menggambarkan bahwa hasil panen tembakau menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat. Dari hasil penjualan tembakau, para petani dapat memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari membeli peralatan rumah tangga hingga kendaraan.

“Karena hanya dari panen tembakau mereka bisa membeli televisi baru, kursi baru, hingga kendaraan. Di luar itu, tidak ada. Sebab mereka benar-benar memegang uang setelah panen tembakau,” ungkap Achsanul.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya peran tembakau dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat Madura, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Baca Juga :  Bentuk Doa dan Terima Kasih, JSI Sumenep Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar

Achsanul sapaan akrabnya menilai, negara seharusnya memberikan perhatian yang sama terhadap komoditas unggulan daerah sebagaimana perlakuan terhadap komoditas strategis lainnya di Indonesia.

Ia mencontohkan berbagai daerah yang memiliki sumber daya alam unggulan dan mendapatkan dukungan regulasi dari pemerintah. Sumatera dikenal dengan perkebunan sawitnya, Kalimantan dengan sumber daya batu bara, Sulawesi dengan nikel, dan Papua dengan emas.

Sementara itu, Madura memiliki dua komoditas khas yang menjadi identitas sekaligus sumber penghidupan masyarakat, yakni garam dan tembakau.

“Allah menganugerahkan Sumatera dengan sawit, Kalimantan dengan batu bara, Sulawesi dengan nikel, Papua dengan emas. Maka Madura dengan garam dan tembakau,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyoroti masih minimnya regulasi yang secara khusus memberikan perlindungan terhadap komoditas tembakau Madura.

Menurut Achsanul, berbagai sektor strategis nasional telah memiliki tata kelola dan regulasi yang jelas. Sementara petani tembakau Madura masih harus menghadapi ketidakpastian harga dan mekanisme perdagangan yang dinilai belum berpihak kepada mereka.

“Semuanya memiliki regulasi. Nah, giliran tembakau Madura belum mendapatkan perhatian yang memadai. Ini yang perlu diperbaiki,” tegasnya.

Ia menilai keadilan yang dibutuhkan masyarakat Madura sebenarnya tidaklah rumit. Petani hanya membutuhkan kehadiran negara melalui kebijakan yang mampu menciptakan kepastian usaha dan harga yang lebih stabil.

Baca Juga :  Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Pihaknya juga mendorong lahirnya kebijakan strategis yang dapat memperkuat posisi tembakau Madura di tingkat nasional. Salah satu gagasan yang ia tawarkan adalah menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau.

Menurutnya, keberadaan KEK Tembakau dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat rantai industri, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Karena itu, negara harus membuat regulasi tata niaga yang adil bagi petani. Salah satunya dengan menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau,” katanya.

Ia menegaskan bahwa usulan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan industri, melainkan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada para petani yang selama ini menjadi tulang punggung sektor tembakau di Madura.

Baca Juga :  Kuatkan Spirit Persatuan, Hairul Anam Nakhodai PWI Pamekasan Periode 2025-2028

Achsanul menilai, bagi pemerintah pusat, tembakau Madura mungkin hanya dipandang sebagai komoditas lokal. Namun bagi masyarakat Madura, tembakau memiliki arti yang jauh lebih besar karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan keluarga dan keberlangsungan ekonomi daerah.

“Begitu besarnya arti tembakau bagi Madura. Petani hanya butuh satu hal, yaitu negara hadir mengatur dan memberikan perlindungan agar mereka tidak bertarung sendiri dalam pasar yang bebas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan investasi, tetapi juga keberpihakan terhadap sektor-sektor yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Dengan potensi tembakau yang telah diwariskan secara turun-temurun, Achsanul berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap Madura melalui regulasi yang berpihak kepada petani, sehingga komoditas unggulan daerah tersebut mampu terus menjadi penopang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru