BUMD Sumenep Diambang Skandal? Tunggakan Gaji Capai Miliaran Rupiah

Rabu, 14 Mei 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rasidi, S.Pd (Komisi II DPRD kabupaten Sumenep)

Foto. Rasidi, S.Pd (Komisi II DPRD kabupaten Sumenep)

SUMENEP, nusainsider.com  Persoalan gaji karyawan PT Sumekar yang menunggak sejak 2021 kembali mencuat. Anggota Komisi II DPRD Sumenep dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rasidi, menyoroti kondisi tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk kelalaian manajemen.

Menurut Rasidi, total tunggakan gaji yang belum dibayarkan mencapai sekitar Rp3 miliar. Ia menilai persoalan ini sudah sangat merugikan para pekerja yang hak-haknya diabaikan selama bertahun-tahun.

“Sudah terlalu lama gaji mereka tidak dibayar. Ini bentuk kelalaian dan ketidakberesan manajemen,” ujar Rasidi dalam rapat Komisi II, Rabu (14/5/2025).

Ia menegaskan perlunya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap keuangan perusahaan daerah tersebut.

“Kami minta inspektorat turun tangan. Audit harus dilakukan agar jelas ke mana aliran dana perusahaan daerah ini,” tegas Rasidi, yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep.

Audit tersebut, lanjutnya, sangat penting dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penyelewengan yang menyebabkan karyawan tidak menerima haknya.

Baca Juga :  Habiskan Anggaran Rp400 Juta Dari APBD, Atap Ruang Belajar SDN III Pamolokan Rusak saat Proses Rehab

Pasalnya, PT Sumekar merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor transportasi laut. Sebagai institusi publik, menurut Rasidi, PT Sumekar harus menjalankan tata kelola yang baik.

“Sebagai BUMD, PT Sumekar harus transparan dan profesional. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan perusahaan milik daerah,” tambahnya.

Rasidi memperingatkan, jika persoalan ini terus dibiarkan, akan mencoreng nama baik pemerintah daerah serta menciptakan preseden buruk bagi BUMD lain di Sumenep.

Baca Juga :  Aduan Resmi Didaftarkan, Marwah DPRD Pamekasan di Tangan Badan Kehormatan

Ia juga menyampaikan bahwa DPRD akan segera memanggil kembali pihak direksi PT Sumekar untuk memberikan penjelasan secara resmi terkait alasan keterlambatan pembayaran gaji.

“Kami ingin tahu kenapa gaji itu tidak dibayar selama hampir empat tahun. Apakah benar perusahaan merugi, atau justru ada indikasi penyimpangan?” ujarnya.

Lebih jauh, Rasidi meminta pemerintah daerah tidak lepas tangan. Ia mendorong adanya pengawasan lebih ketat terhadap seluruh BUMD agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Pemerintah daerah harus hadir dalam pengawasan. Jangan sampai BUMD dibiarkan berjalan tanpa kontrol,” tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PT Sumekar belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan audit maupun masalah tunggakan gaji yang disoroti DPRD Sumenep tersebut. (*)

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis
Belum Ada Tersangka, Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Kian Disorot
Kelola APBN Rp75 Miliar, KSOP Kalianget Diminta Diaudit Ketat oleh BPK RI
Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar
Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik
Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar 3M, Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien
Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:48 WIB

Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:47 WIB

Belum Ada Tersangka, Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Kian Disorot

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:58 WIB

Kelola APBN Rp75 Miliar, KSOP Kalianget Diminta Diaudit Ketat oleh BPK RI

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:48 WIB

Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:54 WIB

RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar 3M, Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:09 WIB

Konfirmasi Tak Digubris, Sikap Kepala KSOP Kalianget Dinilai Hambat Kerja Jurnalistik

Berita Terbaru