Ning Lia Tegaskan: Orang Tua Adalah Garda Terdepan Ketahanan Nasional

Selasa, 29 Juli 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sosialisasi Kebangsaan Empat Pilar MPR RI

Foto. Sosialisasi Kebangsaan Empat Pilar MPR RI

MOJOKERTO, nusainsider.comAnggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, kembali menegaskan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di era globalisasi.

Hal ini disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pendopo Pemkab Mojokerto, Selasa (29/7/2025).

Dalam paparannya, senator yang akrab disapa Ning Lia ini menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan “Senjata Utama” bangsa dalam menghadapi intervensi asing dan tantangan global.

“Kita ingin hidup damai. Tapi, apakah kita mampu membendung pengaruh negara-negara adidaya jika tidak bersatu dan paham nilai-nilai kebangsaan?” ujar Ning Lia di hadapan peserta sosialisasi.

Ning Lia sapaan akrabnya juga menyerukan pentingnya peran orang tua dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi.

“Menjadi agen ketahanan bangsa bisa dimulai dari rumah. Ajarkan anak-anak kita bahwa mereka adalah bagian dari bangsa Indonesia. Tanamkan rasa cinta tanah air sejak dini,” pesannya.

Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak boleh hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga nilai-nilai spiritual. Menurutnya, kekuatan bangsa terletak pada keseimbangan antara hubungan antarmanusia (hablumminannas) dan hubungan dengan Tuhan (hablumminallah), sebagaimana terkandung dalam Pancasila.

“Jangan pernah lupakan sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Ajak anak-anak kita untuk tidak meninggalkan ibadah, di manapun mereka berada,” ujarnya.

Senator cantik yang juga yang dikenal dengan sebutan Jilbab Ijo ini juga membagikan pengamatannya saat berkunjung ke sejumlah negara Eropa.

Baca Juga :  Mahasiswa BEM Sumenep Dalami Industri Migas di Migas Corner ITS Bersama SKK Migas Jabanusa

Ia menilai, negara-negara tersebut sangat menekankan nilai sosial, bahkan menyediakan anggaran khusus untuk para pendatang atau imigran.

“Saya melihat langsung bagaimana negara-negara itu memprioritaskan tatanan sosial. Kita di Indonesia justru punya kekuatan lebih, yaitu perpaduan antara nilai sosial dan spiritual,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, semangat kebhinekaan harus terus ditanamkan dalam diri generasi muda agar mereka tumbuh sebagai individu yang adaptif, percaya diri, dan toleran baik di lingkungan lokal maupun global.

“Indonesia bukan negara sekuler. Fondasi kita adalah agama, toleransi, dan keberagaman. Ini yang harus dijaga,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau Gus Barra, menyampaikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Mesir di tengah revolusi yang menggulingkan rezim Hosni Mubarak.

“Saya menyaksikan sendiri betapa rapuhnya negara ketika tidak memiliki fondasi kuat. Tahanan dibebaskan dan dipersenjatai, rakyat menghadapi narapidana bersenjata, toko-toko tutup, dan bahan makanan langka,” kenangnya.

Menurut Gus Barra, pengalaman itu menjadi pelajaran penting bahwa negara tanpa nilai-nilai kebangsaan dan persatuan bisa terjerumus dalam kekacauan total.

Baca Juga :  Panitia Duta Kampus Uniba Klarifikasi Polemik Denda: “Tidak Ada Pungli!”

Ia juga menegaskan bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman. Sebagai contoh, rakyat Palestina tetap bertahan di tengah gempuran karena merasa memiliki tanah airnya.

“Bandingkan dengan warga Israel yang justru banyak lari ke negara lain karena tidak merasa sebagai pemilik sejati,” ujarnya.

Gus Barra menutup sambutannya dengan menyatakan bahwa Indonesia sudah selesai dengan urusan dasar negara. Dengan ribuan pulau dan ratusan suku, bangsa ini bisa hidup damai karena berpegang pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Ini adalah warisan luhur yang harus kita jaga bersama. Kita patut bersyukur dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru