Dari Basis Kuat Jadi Ancaman Boikot: PKB di Madura Hadapi Ujian Berat

Minggu, 24 Agustus 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tagar BoikotPKB di Madura di platform tiktok

Foto. Tagar BoikotPKB di Madura di platform tiktok

SUMENEP, nusainsider.com  Usai pernyataan Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Nur Faizin, yang menyerukan pemberantasan rokok ilegal di Madura, publik di media sosial sontak bereaksi keras. Tagar #BoikotPKB hingga #BoikotPKBDiMadura pun membanjiri lini masa, terutama di platform TikTok.

Fenomena ini memicu ratusan komentar bernada nyeleneh hingga protes terbuka. Banyak warganet menyatakan kecewa dengan sikap politikus PKB tersebut.

Bahkan, sejumlah komentar menilai partai berbasis Nahdliyin itu sudah tidak layak lagi diterima di Madura, wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis suara kuat PKB.

Padahal, pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, Madura merupakan penyumbang suara terbesar bagi PKB.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Anom Diimbau Stop Buang Sampah Sembarangan

Berdasarkan data DC-1 KPU Jawa Timur, partai itu meraih 631.276 suara dari Madura untuk DPRD Jawa Timur, jumlah terbanyak dibandingkan 13 daerah pemilihan (dapil) lainnya di provinsi ini.

Kini, dengan maraknya tagar boikot, publik mulai bertanya: akankah PKB benar-benar ditinggalkan masyarakat Madura pada Pemilu 2029 mendatang? Banyak warganet menilai, pernyataan Nur Faizin justru mengancam perekonomian warga, terutama petani tembakau yang selama ini menggantungkan hidup dari industri rokok.

Beberapa komentar di TikTok menjadi sorotan publik. Akun @ku*****ra menulis,

“Petani tembakau tidak dapat pupuk subsidi, tapi cukai tembakau ribuan triliun masuk kas negara. Adakah solusinya?”

Sementara akun @BrekMad****h secara tegas menyatakan, “Boikot PKB, rokok ilegal itu suara hati rakyat.” Nada serupa juga disampaikan akun @GC yang menuliskan, “Boikot PKB, 2029 No PKB.”

Tak hanya itu, akun @I***G menilai solusi yang tepat bukanlah memberantas rokok ilegal, melainkan menurunkan tarif cukai.

Ia menulis “Rokok ilegal marak karena harga rokok resmi sangat mahal. Anda wakil rakyat atau wakil pemerintah sih? Kok gak mikir kesejahteraan petani tembakau? Kalau begitu caranya, saya yakin PKB akan diboikot kalangan bawah.”

Serangkaian komentar pedas itu membuat tagar #BoikotPKB kian trending. Banyak warganet menilai, pernyataan Nur Faizin dianggap tidak peka terhadap kondisi riil masyarakat Madura, khususnya petani tembakau.

Baca Juga :  Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Gelombang protes di media sosial ini pun menjadi perbincangan hangat, sekaligus sinyal peringatan bagi PKB jelang kontestasi politik 2029 mendatang.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta belum menerima tanggapan Resmi dari Nur Faizin sebagai Anggota DPRD Komisi C Jawa Timur, bahkan pewarta juga konfirmasi ke Bapak Muhaimin Iskandar juga terlihat hanya centang dua.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terbaru