Kain Batik Pengrajin Hilang, Batik Festival 2025 Arutala Disebut Begini

Sabtu, 13 September 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Peserta Festival Batik 2025 Sumenep

Foto. Peserta Festival Batik 2025 Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Festival Batik Sumenep yang digadang-gadang sebagai ajang promosi budaya dan penguatan UMKM lokal justru menuai kritik tajam dari sejumlah pengrajin batik.

Alih-alih memberi manfaat, acara tahunan tersebut diduga malah merugikan pelaku batik lokal yang selama ini menjadi penjaga warisan budaya Madura.

Salah seorang pengrajin batik ternama di Sumenep, yang enggan disebutkan namanya, mengaku kecewa dengan penyelenggaraan festival tahun ini.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Anev Kamtibmas Bulan Juli-Agustus 2024 di Pantai Lombang

Menurutnya, event besar tersebut seolah hanya “Diborong” oleh pihak tertentu dan desainer luar daerah, tanpa pelibatan adil bagi pengrajin lokal.

“Sangat disayangkan, event besar seperti ini hanya dinikmati segelintir orang. Banyak pengrajin lokal justru hanya jadi penonton, padahal ini festival batik di tanah kami sendiri,” ungkapnya, Sabtu (13/9/2025).

Lebih jauh, pengrajin itu juga mengungkap pengalaman buruk yang pernah dialaminya pada gelaran perdana festival di Kalianget.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Rencanakan BLT DBHCHT Cair Agustus Mendatang

Ia mengaku didatangi penyelenggara bersama rekannya pada malam hari untuk meminta bantuan batik.

“Waktu itu mereka bilang butuh delapan kain batik. Saya hanya bisa kasih enam, tapi dijanjikan batik itu akan dijahit dan dipakai model di panggung,” tuturnya.

Namun, janji tersebut tak pernah terbukti. Hingga kini kain batik yang diserahkannya tak kunjung kembali. Bahkan, upaya untuk menghubungi pihak penyelenggara tidak pernah mendapat respons.

“Saya telepon berkali-kali, tidak pernah dibalas. Batik saya hilang sampai sekarang,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, pewarta mencoba menghubungi dr. Novi Sri Wahyuni selaku penanggung jawab kegiatan, namun belum ada jawaban meski pesan telah terlihat terbaca dan masuk.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru