SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Sumenep 2025.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemenang yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Dalam gelaran akbar budaya khas Madura ini, enam pasangan sapi terbaik berhasil meraih gelar juara dari dua kategori, yaitu golongan menang dan golongan kalah.
Untuk kategori golongan menang, pasangan Bola Api Neraka asal Kecamatan Nonggunong tampil gemilang dan berhasil menjadi juara. Disusul oleh Kembang Api Jektor dari Kecamatan Manding, serta Berekay Griduh dari Kecamatan Guluk-guluk yang melengkapi daftar pemenang.
Sementara itu, pada kategori golongan kalah, tiga nama juga berhasil mencuri perhatian. Kereta Malam dari Kecamatan Batuputih, DRT Malindos asal nonggunong, dan Bar-bar Oke Gas dari Kecamatan Gayam, sukses menjadi yang terbaik di kelasnya.
Bupati Fauzi berharap agar seluruh pemenang terus meningkatkan kemampuan dengan latihan intensif, demi menatap ajang yang lebih besar, yaitu Piala Presiden 2025 yang akan digelar Oktober mendatang di Stadion Skep Bangkalan, Madura.
“Enam pasangan pemenang ini kami harapkan bisa terus berlatih dengan baik, karena mereka akan membawa nama Kabupaten Sumenep di level yang lebih tinggi. Semoga bisa meraih prestasi di ajang nasional,” ujar Bupati Fauzi.
Lebih jauh, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian tradisi Karapan Sapi.
Menurutnya, ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Madura.
“Kami akan terus mendukung Karapan Sapi sebagai salah satu ikon budaya dan daya tarik wisata. Tradisi ini harus terus dijaga agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Bupati Fauzi menambahkan, Karapan Sapi bukan hanya menarik perhatian masyarakat lokal, melainkan juga mulai mendapat sorotan wisatawan mancanegara.
Keunikan dalam memadukan budaya, seni, serta olahraga tradisional menjadi daya tarik tersendiri.
“Karapan Sapi adalah warisan budaya yang luar biasa. Bahkan dunia mengenal Madura melalui genetik sapi yang memiliki kecepatan maksimal dan menjadi ikon tersendiri. Hal ini yang membuat wisatawan mancanegara ikut tertarik,” tambahnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan Karapan Sapi 2025 tingkat Kabupaten Sumenep ini, harapan besar tertuju pada para juara untuk kembali mengharumkan nama daerah di pentas nasional.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah diharapkan mampu menjadi energi positif bagi para pemilik dan joki sapi kerap untuk meraih prestasi tertinggi di Piala Presiden mendatang, “Tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa
















