Ambyar! Ternyata Perusahaan Rokok di Sumenep Berikan Partisipasi Sponsor Sebesar 30Jt, Bukan 3Jt.

Minggu, 5 Oktober 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sumenep Batik Festival 2025 dan Upaya Konfirmasi Pewarta nusainsider.com kepada EO dan atau Penanggung jawab Event.

Foto. Sumenep Batik Festival 2025 dan Upaya Konfirmasi Pewarta nusainsider.com kepada EO dan atau Penanggung jawab Event.

SUMENEP, nusainsider.com Publik Sumenep kini tengah dihebohkan dengan dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan Sumenep Batik Festival sebagai bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2025.

Salahsatu sorotan muncul dari rangkaian kegiatan MCF 2025 adalah ‘Sumenep Batik Festival’ yang menjadi bagian utama dari agenda tersebut.

MCF 2025 yang diklaim sebagai ajang promosi budaya dan ekonomi kreatif daerah itu dilaporkan masyarakat ke pihak berwenang. Laporan tersebut menyoroti ketidakjelasan pengelolaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kontribusi sponsor.

Dugaan awal menyebutkan, total partisipasi sponsor berasal dari sekitar 70 perusahaan rokok di Sumenep.

Masing-masing dikabarkan menyumbang Rp3 juta, sehingga terkumpul dana sekitar Rp210 juta.

Namun, penyelidikan media menemukan fakta lain yang mencengangkan. Dan Ternyata salah satu perusahaan rokok di Sumenep berpartisipasi dengan jumlah jauh lebih besar, yakni mencapai Rp30 juta.

Perusahaan tersebut bukan nama asing bagi masyarakat Sumenep. Produk tembakaunya dikenal luas hingga menembus pasar internasional seperti Timor Leste, Malaysia, Filipina, Polandia, dan Inggris.

Tak hanya dikenal secara komersial, perusahaan ini juga tercatat aktif mendukung berbagai kegiatan kebudayaan di Kabupaten Sumenep. Bahkan, mereka menjadi salah satu sponsor tetap dalam sejumlah event pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Pimpin Sertijab Dua Kasat dan Dua Kapolsek

Keterlibatan perusahaan ini dalam Sumenep Batik Festival disebut bukan hal baru.
Mereka rutin dalam jangka 3 Tahun menjadi sponsor sejak kegiatan itu resmi masuk dalam kalender event Sumenep.

Ketika dikonfirmasi mengenai isu partisipasi sponsor, panitia pelaksana dan atau Event Organizer (EO) Sumenep Batik Festival 2025, Drg Novia Sri Wahyuni, belum memberikan tanggapan.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan wartawan nusainsider.com sejak Sabtu pagi tertanggal 4/10/2025 belum dibalas hingga berita ini diterbitkan.

Upaya menghubungi nomor WhatsApp milik panitia dan atau EO melalui panggilan telepon juga tidak tersambung pada Rabu 4/10/2025 pukul 21.41 Wib hingga Ahad 5/10/2025 pukul 08.28 Wib. Namun Redaksi tetap menunggu hak jawab dari panitia dan atau EO terkait guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

Sementara itu, pihak PT Empat Sekawan Mulia (ESM), salah satu perusahaan rokok terkemuka di Sumenep membenarkan telah menjadi sponsor kegiatan tersebut.

Perusahaan ini mengaku telah menjalin kerja sama selama tiga tahun berturut-turut dalam ajang Sumenep Batik Festival.

“Setiap tahun kami intens mendukung pelaksanaan Sumenep Batik Festival sebagai bagian dari Madura Culture Festival (MCF), 
Kami tidak pernah absen, apalagi di dalamnya juga terdapat agenda Festival Industri Hasil Tembakau,” ujar perwakilan PT ESM saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (4/10/2025).

Pihak PT ESM menegaskan, tahun ini mereka kembali memberikan partisipasi sponsor dengan total nilai Rp30 juta.

“Bentuk dukungan kami separuh berupa dana tunai senilai Rp15 juta, dan separuhnya lagi berupa produk senilai Rp15 juta,” imbuhnya.

Menurut PT ESM, kontribusi tersebut diberikan secara resmi melalui mekanisme yang berlaku dan sudah dikomunikasikan dengan panitia pelaksana.

Baca Juga :  ALARM Sumenep Gelar Aksi Darurat, Sebut 157 Hari Kepemimpinan Dinsos Hanya Ciptakan Dosa Besar

Dukungan itu disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memajukan kebudayaan dan ekonomi kreatif lokal.

“Kami mendukung kegiatan ini setiap tahun karena acaranya meriah dan mampu mengangkat budaya serta produk asli kerajinan tangan Sumenep,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi pemerintah daerah yang terus memberi ruang bagi pelaku budaya dan UMKM lokal.

Selain alasan promosi, PT ESM menilai keberadaan Sumenep Batik Festival berperan besar dalam membangun citra positif daerah.

Baca Juga :  Kisah Haru H. Bambang Budianto: Berangkat dari Masa Kecil Yatim, Kini Rutin Berbagi Kebaikan di Bulan Muharram

Event tersebut dinilai efektif memperkenalkan batik Madura sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Lebih lanjut, PT ESM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan festival pada tahun-tahun berikutnya.

“Tahun keempat, 2026 nanti, kami tetap akan bergandengan tangan untuk membumikan batik Madura agar lebih dikenal di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Publik berharap, klarifikasi resmi dari panitia pelaksana dapat segera disampaikan.
Transparansi menjadi hal penting agar tidak muncul prasangka dan tudingan miring terhadap pelaksanaan Sumenep Batik Festival sebagai bagian dari rangkaian Madura Culture Festival yang semestinya menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

Isu dugaan kejanggalan pengelolaan sponsor ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut penggunaan dana publik dan kontribusi swasta. Jika dikelola dengan transparan, kegiatan budaya seperti Event Batik ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah.

Hingga kini, redaksi nusainsider.com masih berupaya mendapatkan keterangan tambahan dari pihak panitia maupun Dinas Kebudayaan Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep.

Masyarakat dan Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) juga menunggu kejelasan agar kegiatan budaya tidak ternodai oleh isu dugaan ketidaktransparanan tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Berita Terbaru