Lia Istifhama Tegaskan: Otonomi Daerah Harus Mengedepankan Keadilan, Bukan Sekadar Pemerataan

Rabu, 5 November 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I senator DPD RI

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I senator DPD RI

SURABAYA, nusainsider.com Wakil rakyat yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput, Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya penerapan otonomi daerah yang berkeadilan.

Ia menilai, kebijakan otonomi tidak boleh hanya berorientasi pada pemerataan anggaran, tetapi juga harus mempertimbangkan keadilan kontekstual sesuai karakter dan kebutuhan tiap wilayah.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, keadilan dalam pelaksanaan otonomi daerah menjadi kunci agar pembangunan di Indonesia tidak hanya merata secara angka, tetapi juga relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

“Pada prinsipnya, saya ingin menekankan pentingnya otonomi daerah yang berkeadilan. Artinya, kebijakan pusat tidak bisa disamaratakan untuk semua wilayah karena setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda,” ujarnya pada Selasa (4/11).

Legislator asal Jawa Timur tersebut menyoroti bahwa kebijakan pembangunan kerap terjebak dalam paradigma pemerataan semata, tanpa meninjau realitas di lapangan.

Baca Juga :  Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur

Ia menilai, pembangunan seharusnya didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat, bukan pada angka-angka makro semata.

“Kadang kita hanya mengenal istilah wilayah maju dan 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Padahal, ada banyak daerah yang tidak termasuk kategori 3T, tapi juga belum bisa dikatakan maju. Maka dari itu, konsep keadilan harus menjadi dasar dalam pembagian kewenangan maupun keuangan antara pusat dan daerah,” paparnya dengan nada tegas namun menenangkan.

Ning Lia menambahkan, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah harus diatur secara proporsional agar berpihak pada kebutuhan masyarakat lokal.

Baca Juga :  Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Prinsip keadilan, menurutnya, merupakan fondasi utama untuk menciptakan pemerintahan daerah yang mandiri dan responsif terhadap persoalan masyarakat.

“Ketika keuangan daerah disusun berdasarkan prinsip keadilan, maka daerah memiliki ruang untuk berinovasi dan mengoptimalkan potensi lokal. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat bisa tumbuh dari bawah, bukan sekadar bergantung pada pusat,” imbuhnya.

Selain dikenal sebagai politisi yang berkomitmen pada keadilan sosial dan pemerataan pembangunan, Lia Istifhama juga memiliki kedekatan emosional dengan kalangan muda, khususnya Generasi Z.

Baca Juga :  Jelang Muktamar NU ke-35, Bu Mun dan Lia Istifhama Bertemu di Jombang

Sikapnya yang terbuka, komunikatif, dan sederhana membuat dirinya kerap dijuluki sebagai “Wakil Rakyat Yang Bisa Diajak Bicara.”

Kehadirannya dalam berbagai ruang dialog publik, komunitas, hingga forum akademik membuktikan bahwa Lia bukan sekadar menyuarakan gagasan dari balik meja parlemen.

Ia juga terjun langsung mendengar aspirasi masyarakat untuk memastikan setiap suara mendapat perhatian.

“Bagi saya, suara rakyat itu bukan sekadar data atau laporan. Itu adalah napas dari perjuangan yang harus kita dengarkan dan tindak lanjuti,” tutupnya dengan senyum hangat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD
Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi
Dugaan Malpraktik Berujung Maut, Pasien SM Meninggal di Puskesmas Manding
Dari Grahadi, Lia Istifhama Ingatkan Pendidikan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa
Kompak Rayakan Maulid dan HUT RI, Warga Pocang Temor Hiasi Kampung dengan Merah Putih
Shalawat Nariyah dan Pembacaan Kitab Warnai Rencana Pertemuan Rutin Keturunan Khatib Paranggan
Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Dugaan Malpraktik Berujung Maut, Pasien SM Meninggal di Puskesmas Manding

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:47 WIB

Dari Grahadi, Lia Istifhama Ingatkan Pendidikan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Shalawat Nariyah dan Pembacaan Kitab Warnai Rencana Pertemuan Rutin Keturunan Khatib Paranggan

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:59 WIB

17 Agustus 2026, Bundaran Letda Sucipto Tuban Jadi Titik Khidmat Penghormatan Sang Merah Putih

Berita Terbaru