PAMEKASAN, nusainsider.com — Kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Madura 2026 bersama Pemerintah Desa Pagendingan melahirkan sebuah inovasi digital. Web App bernama GEND-ILE (Pagendingan Mobile) resmi diluncurkan pada Selasa (18/8/2026).
GEND-ILE dirancang sebagai sarana untuk mempermudah pelayanan administrasi desa, penyampaian informasi kepada masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Pagendingan.
Inovasi tersebut dibuat oleh Sholahuddin Qoffal, salah satu peserta KKN UIN Madura 2026. Gagasan pengembangan GEND-ILE berawal dari proses pengumpulan data mengenai potensi sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Pagendingan.
Proses tersebut dilakukan para peserta KKN dengan mendatangi rumah-rumah warga serta pelaku UMKM untuk menggali informasi secara langsung. Dari hasil pemetaan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan sebuah platform digital yang dapat memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat dan pemerintah desa.
Setelah memperoleh persetujuan dari Kepala Desa dan perangkat Desa Pagendingan, mahasiswa KKN bersama Pemerintah Desa kemudian resmi meluncurkan GEND-ILE.
Acara peresmian dihadiri Kepala Desa Pagendingan Rahmawati, pemateri Fadilah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN Madura Lasmi Febrianingrum, perangkat desa, serta masyarakat Pagendingan, khususnya para pelaku UMKM.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Lasmi Febrianingrum.
Dalam sambutannya, Lasmi berharap kehadiran GEND-ILE dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Desa Pagendingan sebagai smart village, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lainnya.
“Saya sangat mengharap GEND-ILE ini bisa menjadi sarana pemerintah desa dan masyarakat menciptakan desa yang lebih maju. Bukan karena Pagendingan tidak maju, tapi dengan adanya web app ini dapat mendukung cita desa menjadi Smart Village,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi digital yang lahir dari program KKN tersebut bukan sekadar produk teknologi, melainkan dapat menjadi sarana kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan di era digital.
Sementara itu, Fadilah selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi dan peresmian GEND-ILE menyoroti pentingnya digitalisasi bagi pelaku UMKM di Desa Pagendingan.
Ia menyampaikan bahwa masih terdapat pelaku UMKM yang mengandalkan penjualan secara offline. Kondisi tersebut membuat jangkauan pemasaran produk cenderung terbatas dan hanya dikenal masyarakat sekitar.
Karena itu, para pelaku UMKM didorong untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, khususnya pemasaran secara online, agar produk lokal Pagendingan dapat dikenal lebih luas dan berpotensi meningkatkan omzet penjualan.
“Digitalisasi menjadi penting agar produk UMKM tidak hanya dikenal warga lokal, tetapi juga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas,” demikian salah satu poin yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut.
Kepala Desa Pagendingan, Rahmawati, menyambut positif sekaligus mengapresiasi lahirnya GEND-ILE.
Menurutnya, keberadaan web app tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh informasi serta mengakses kebutuhan administrasi desa dengan lebih mudah.
Selain pelayanan administrasi dan informasi desa, GEND-ILE diharapkan mampu menjadi media untuk membantu memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk UMKM yang dimiliki masyarakat Pagendingan.
Rahmawati berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Pagendingan dan mahasiswa KKN UIN Madura tidak berhenti pada peluncuran aplikasi tersebut, tetapi terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan desa.
“Dengan adanya GEND-ILE, kami berharap pelayanan dan informasi kepada masyarakat semakin mudah. Kami juga berharap kolaborasi ini dapat mendukung kemajuan Desa Pagendingan dan mewujudkan cita-cita menjadi desa mandiri,” ujarnya.
Peluncuran GEND-ILE menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UIN Madura 2026 dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya dalam aspek administrasi dan informasi, tetapi juga dalam penguatan potensi ekonomi lokal, terutama UMKM.
Melalui inovasi tersebut, Desa Pagendingan diharapkan semakin informatif, inovatif, mandiri, dan adaptif menghadapi perkembangan teknologi digital.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat pun menjadi modal penting untuk menjadikan transformasi digital sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
![]()
Penulis : Wafa
















