Dua Malam Penuh Budaya, TROBES Legung Timur Jadi Simbol Kebangkitan Desa

Sabtu, 8 November 2025 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Panggung Kesenian Madura Pemuda TROBES melalui pertunjukan Ketoprak

Foto. Panggung Kesenian Madura Pemuda TROBES melalui pertunjukan Ketoprak "Rukun Karya" Kampung kasur pasir Putih Desa Legung Timur Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Komunitas Pemuda TROBES asal Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, kembali menghadirkan suasana meriah melalui gelaran kesenian rakyat Ketoprak Madura “Rukun Karya” dalam rangka memperingati hari ulang tahun komunitas tersebut.

Selama dua malam berturut-turut, sejak Jumat hingga Sabtu malam, panggung terbuka di desa setempat menjadi pusat perhatian masyarakat.

Warga dari berbagai penjuru Legung Timur dan desa sekitar berbondong-bondong datang untuk menikmati hiburan tradisional khas Madura yang sarat nilai moral dan budaya.

Ketoprak “Rukun Karya” yang ditampilkan oleh seniman lokal sukses membangkitkan antusiasme penonton. Tawa, tepuk tangan, hingga sorakan riuh mengiringi setiap adegan yang ditampilkan, menandakan bahwa kesenian tradisional ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Tak hanya menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal. Sejak malam pertama hingga penutupan, deretan stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tampak berjejer rapi di sepanjang area kegiatan TROBES.

Baca Juga :  Sholawat Bergema di Bumi Aswaja, Haul Ke-15 Dihadiri Tokoh Jatim dan DPD RI Ning Lia

Produk-produk lokal seperti kuliner khas, kerajinan tangan, dan hasil olahan warga menarik perhatian pengunjung. Perputaran ekonomi di sekitar lokasi pun meningkat signifikan, mencerminkan semangat kemandirian dan kreativitas masyarakat desa.

Menurut panitia TROBES, konsep kegiatan memang dirancang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Dengan menggandeng pelaku UMKM lokal, TROBES ingin menjadikan kegiatan budaya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin membuktikan bahwa melestarikan budaya tidak harus terpisah dari pembangunan ekonomi. Justru keduanya bisa berjalan beriringan,” ujar salah satu penggerak TROBES di sela kegiatan.

Ia menambahkan, Ketoprak Madura “Rukun Karya” merupakan bagian dari upaya komunitas untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Melalui seni peran tradisional ini, nilai-nilai moral, sosial, dan kebersamaan yang diajarkan para pendahulu dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Baca Juga :  Perjuangkan Petani Madura Di Parlemen, Slamet Ariyadi Komitmen Kawal RUU Tembakau

Ketoprak, yang dikenal sebagai bentuk teater rakyat dengan unsur humor, kritik sosial, dan pesan moral, telah lama menjadi identitas budaya Madura.

Namun, di tengah kemajuan teknologi dan budaya populer, eksistensinya perlahan mulai tergerus.

Oleh karena itu, langkah TROBES menggelar pertunjukan ini mendapat apresiasi luas dari warga. Mereka menilai kegiatan tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan wujud nyata kecintaan pemuda terhadap budaya lokal.

“Anak muda sekarang lebih banyak main gawai. Tapi TROBES menunjukkan bahwa seni tradisional bisa tetap keren dan diminati,” ungkap salah satu penonton yang hadir di malam puncak pertunjukan.

Kemeriahan acara juga semakin lengkap dengan dekorasi khas Madura, pencahayaan sederhana namun hangat, serta iringan musik tradisional yang membawa nuansa nostalgia masa lampau.

Baca Juga :  Tegaskan Peran Sosial, JSI Gandeng DLH dan PKDI Gelar Aksi Bersih-bersih di Titik Rawan Sampah

Selain menghibur, pertunjukan Ketoprak “Rukun Karya” juga sarat pesan moral. Lewat dialog-dialog lucu namun menyentuh, para pemain menyampaikan nilai-nilai tentang kejujuran, persaudaraan, dan semangat gotong royong cerminan kearifan lokal masyarakat Madura.

Panitia TROBES berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Mereka berkomitmen menjadikan kesenian rakyat sebagai bagian dari program pemberdayaan pemuda dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

“Melalui Ketoprak, kita tidak hanya menjaga budaya, tapi juga membangun semangat kebersamaan. Dari seni, kita bisa belajar tentang nilai kehidupan,” tutur panitia lainnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru