Tumpang Sari Padi di Antara Pohon Mente, Inovasi DKPP Sumenep yang Makin Dilirik

Sabtu, 22 November 2025 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Gerakan Tanam Padi dengan Inovasi Tumpang Sari di Desa kerta Timur kecamatan Dasuk - Sumenep.

Foto. Gerakan Tanam Padi dengan Inovasi Tumpang Sari di Desa kerta Timur kecamatan Dasuk - Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus mendorong percepatan peningkatan produksi pangan melalui inovasi pemanfaatan lahan tidak produktif.

Langkah strategis ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur melalui sistem irigasi perpompaan dengan Inovasi Tumpang sari ini merupakan inovasi yang terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan.

Teknologi ini memungkinkan lahan-lahan marginal atau sebelumnya tidak berfungsi, menjadi produktif kembali.

“Dengan adanya irigasi perpompaan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menjadi peluang ekonomi baru bagi petani, khususnya untuk tanaman padi,” ujar Chainur Rasyid pada kegiatan Gerakan Tanam Padi di lahan tumpangsari padi–pohon mente, Poktan Kerto Raharjo, Desa Kerta Timur, Kecamatan Dasuk, Jumat (21/11/2025).

Pada kegiatan tersebut, Chainur Rasyid turun langsung mendampingi petani dalam memanfaatkan lahan marginal melalui inovasi tumpang sari padi–mente. Model pertanian ini memadukan pola tanam padi di bawah naungan pohon mente yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Pemanfaatan lahan-lahan marginal melalui tumpang sari padi di bawah pohon mente menjadi terobosan penting. Dengan dukungan irigasi perpompaan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa DKPP Sumenep terus mendorong para penyuluh pertanian agar semakin kreatif dalam mengembangkan model-model inovatif. Targetnya bukan hanya menambah produksi beras daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Bapenda Sumenep Bangun Sistem Pajak Modern Berbasis Data dan Pengawasan Transaksi

Para petani yang mengikuti program ini mengaku mendapatkan manfaat besar. Inovasi tersebut membuka peluang peningkatan indeks pertanaman (IP), dari yang semula tidak berproduksi sama sekali menjadi satu kali tanam, bahkan berpotensi dua kali tanam dalam setahun.

Optimalisasi lahan dengan sistem irigasi perpompaan juga terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap perluasan areal tanam. Dengan bertambahnya luas lahan produktif, produksi padi di Sumenep diproyeksikan mengalami peningkatan pada musim tanam berikutnya.

Baca Juga :  Pastikan Kelancaran Transportasi Kepulauan, Bupati Sumenep Peringati Harhubnas 2024 di Kalianget

DKPP Sumenep pun optimistis bahwa inovasi ini akan diterapkan di semakin banyak kecamatan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani, pemanfaatan lahan marginal dapat diperluas secara bertahap.

Tidak hanya pada tumpang sari padi–mente, sistem irigasi perpompaan juga memungkinkan petani mengembangkan pola serupa dengan komoditas lain.

Di sejumlah kecamatan, petani bahkan telah memanfaatkannya untuk menanam padi di antara tanaman cabe jamu, sehingga mampu memperkuat diversifikasi pertanian dan menambah sumber pendapatan.

Baca Juga :  Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Pengembangan sistem tumpang sari ini menjadi bukti bahwa inovasi pertanian lokal dapat memberikan dampak positif ganda baik dari sisi peningkatan ekonomi petani maupun penguatan ketahanan pangan wilayah.

“Dengan pengembangan inovasi ini, kami berharap produksi pangan meningkat dan kesejahteraan petani terus membaik,” tutup Chainur Rasyid.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan
Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota
119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya
Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura
Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola
SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:25 WIB

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:26 WIB

119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Berita Terbaru