Setahun Berlalu, Kasus Penganiayaan Aktivis Masalembu Akhirnya Masuk Kejari

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Kasus dugaan penganiayaan terhadap salah satu tokoh pergerakan di Pulau Masalembu kini memasuki babak baru. Perkara yang menimpa Jailani tersebut resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dan menjadi perhatian publik.

Jailani diketahui menjadi korban penganiayaan oleh seseorang yang hingga kini motif pastinya belum terungkap. Meski peristiwa itu terjadi cukup lama, proses hukum tetap berlanjut dan kini pelaku telah berstatus tersangka.

Saat dikonfirmasi media, Jailani mengungkapkan bahwa laporan penganiayaan tersebut ia ajukan sejak 26 September 2024. Namun, penanganan perkara dinilainya berjalan lamban hingga memakan waktu lebih dari satu tahun untuk menetapkan tersangka.

“Saya sudah memberi waktu yang cukup lama. Saya berpikir mungkin ada itikad baik dan rasa khilaf dari pelaku. Tapi faktanya, bukan permintaan maaf yang saya terima, justru pernyataan yang mengarah pada ancaman agar perkara ini dihentikan,” ujarnya.

Menurut Jailani, tidak semua persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum. Namun, jika pelaku tidak menunjukkan rasa bersalah dan malah melakukan intimidasi, maka langkah hukum menjadi keharusan.

“Saya hanya ingin memberikan pelajaran kepada kita semua agar tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Merasa angkuh karena ada kekuatan atau kekuasaan di belakangnya lalu bertindak sewenang-wenang, itu tidak dibenarkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum dalam kasus tersebut. Menurutnya, jika dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas, bukan hanya dirinya yang akan menjadi korban, melainkan masyarakat secara luas.

“Jika kejahatan dibiarkan, masyarakat kecil akan takut berhadapan dengan pelaku yang merasa punya kekuasaan. Ini sangat berbahaya bagi kehidupan sosial yang menjunjung nilai keadilan,” tambahnya.

Jailani menilai tindakan kekerasan fisik terhadap dirinya sudah melampaui batas. Jika kritik yang ia sampaikan dianggap keliru, seharusnya dibantah dengan data dan fakta, bukan dengan intimidasi atau kekerasan.

“Bisa jadi ini bermotif politik, karena secara pribadi saya tidak memiliki masalah sebelumnya dengan pelaku,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Jailani menyatakan keyakinannya bahwa Kejaksaan Negeri Sumenep akan menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku

Loading

Baca Juga :  ARINNA HIDAYAH Dukung Srikandi IKAPMII Sumenep, Perempuan Dimotivasi Rawat Diri dan Berdaya

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru