Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi Gelang Soko

Foto. Ilustrasi Gelang Soko

SUMENEP, nusainsider.com Menjelang pagelaran Festival Musik Tong-tong dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, grup musik tong-tong legendaris asal Kabupaten Sumenep, Mega Remmeng, memastikan diri siap tampil dan memeriahkan festival tersebut.

Tak sekadar mengejar kemeriahan panggung, Mega Remmeng datang dengan membawa aransemen terbaru dengan judul lagu “Gelang Soko” atau Ghellàng Soko. Lagu tersebut dipersiapkan secara khusus sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali geliat kesenian tradisional di wilayah asal mereka.

Mega Remmeng merupakan salah satu grup tong-tong yang dikenal dari wilayah ujung timur Pulau Madura, Kabupaten Sumenep, yang memiliki julukan Arya Kuda Panole asal Kota Keris Sumenep.

Untuk menghadapi festival tersebut, Mega Remmeng menggandeng pelatih internal, Suryadi, bersama pemain senior sekaligus pelatih musik grup, Huzairi. Keduanya terlibat dalam proses merangkai aransemen terbaru agar sajian musik tong-tong tetap memiliki karakter kuat, namun mampu dinikmati oleh generasi masa kini.

Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Mega Remmeng bukan nama baru dalam dunia musik tong-tong Madura. Grup ini pernah meraih juara bergilir dan juara umum pada 2009.

Baca Juga :  Ngopeni Soengennep Resmi Menjadi Tema Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756, Berikut Filosofinya

Kini, setelah perjalanan panjang tersebut, Mega Remmeng kembali membawa semangat berbeda. Keikutsertaan mereka bukan semata-mata untuk memburu gelar juara, melainkan ingin menjadikan panggung festival sebagai ruang untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap musik tradisional.

Suryadi, salah satu pelatih musik di Grup Tong-tong Mega Remmeng, menjelaskan bahwa pemilihan lagu Ghellàng Soko bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Gelang Soko merupakan lagu tradisional Madura yang sarat dengan ungkapan kekaguman romantis seorang pria kepada perempuan yang menjadi pujaan hatinya.

“Lagu Gelang Soko memiliki cerita dan nuansa romantisme Madura zaman dahulu. Kami mencoba mengemasnya dalam aransemen baru agar tetap memiliki ruh tradisional, tetapi bisa diterima dan dinikmati oleh masyarakat sekarang,” ujar Suryadi kepada media Nusainsider.com, Rabu 2 September 2026.

Ia berharap aransemen terbaru tersebut mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para penikmat musik tong-tong. Lebih jauh, Mega Remmeng ingin membawa masyarakat kembali mengingat kekayaan budaya Madura yang tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga menyimpan sejarah, nilai kehidupan, hingga romantisme yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kami berharap para penggemar bisa menikmati aransemen ini sekaligus kembali mengingat bahwa orang Madura memiliki kekayaan seni, sejarah dan romantisme dari zaman dahulu,” ungkapnya.

Bagi Mega Remmeng, panggung Festival Musik Tong-tong KEN 2026 bukan sekadar arena pertunjukan. Ada misi yang lebih besar yang ingin dibawa, yakni memastikan musik tong-tong tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Baca Juga :  Myze Fun Run 2025 Pecah! Ribuan Peserta Padati Sumenep, UMKM Ikut Kebanjiran Rezeki

Keikutsertaan Mega Remmeng kali ini bahkan tidak lagi ditempatkan sebagai ajang untuk mengejar predikat terbaik.

Mereka ingin menjadikan seni sebagai jembatan regenerasi, khususnya bagi anak-anak muda di daerahnya.

Seni diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal akar budaya, memahami identitas daerah, sekaligus memiliki kebanggaan terhadap warisan leluhur.

“Berdirinya seni musik ini bukan lagi semata-mata untuk mengejar juara. Kami ingin mendorong anak-anak muda agar memahami bahwa seni adalah bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat,” tegas Suryadi.

Menurutnya, musik tong-tong memiliki karakter yang sangat kuat sebagai salah satu kesenian khas Madura. Suara perkusi yang dimainkan secara bersama-sama tidak hanya menghasilkan irama, tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Madura.

Baca Juga :  Selaraskan Visi-Misi dan Arah Pembangunan, Pemkab Sumenep Gelar Musrenbangkab

Karena itu, pelestarian musik tong-tong membutuhkan keterlibatan generasi muda. Tanpa regenerasi, kesenian tradisional berpotensi kehilangan penerus di tengah derasnya perkembangan musik modern.

Mega Remmeng pun berharap Festival Musik Tong-tong KEN 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan musik tradisional Madura kepada masyarakat luas.

Bagi mereka, mempertahankan musik tong-tong bukan berarti menolak perubahan. Justru melalui aransemen baru, kesenian tradisional dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.

Dengan “Gelang Soko”, Mega Remmeng ingin membuktikan bahwa musik tradisional Madura masih memiliki ruang di hati generasi masa kini.

Bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk dikenang, dimainkan, dan diwariskan.

Sebab bagi Mega Remmeng, selama masih ada generasi muda yang mau memainkan tong-tong, selama itu pula denyut kebudayaan Madura akan tetap terdengar.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terbaru