Makanan Tak Layak Konsumsi hingga Dugaan Korupsi, Dear Jatim Bongkar Masalah MBG Sumenep

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Roby Aktivis Dear Jatim saat Layangkan Laporan MBG di Sumenep ke Kemenkeu RI

Foto. Roby Aktivis Dear Jatim saat Layangkan Laporan MBG di Sumenep ke Kemenkeu RI

SUMENEP, nusainsider.com — Aktivis Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) Koordinator Daerah (Korda) Sumenep mendesak Kementerian Keuangan Republik Indonesia menghentikan sementara realisasi anggaran Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Sumenep.

Desakan tersebut muncul menyusul berbagai temuan di lapangan yang mengindikasikan dugaan penyimpangan serius dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

Aktivis Dear Jatim Sumenep, Roby Tri Sulaiman, mengungkapkan pihaknya telah melayangkan pengaduan resmi ke Kementerian Keuangan RI pada Rabu, 9 Januari 2026.

Pengaduan itu didasarkan pada laporan masyarakat, khususnya wali murid, terkait kualitas makanan MBG yang dinilai jauh dari standar kelayakan konsumsi.

“Di lapangan kami menemukan makanan yang tidak layak konsumsi, seperti apel busuk dan telur busuk yang dibagikan kepada siswa. Ini jelas mencederai tujuan utama Program Makan Bergizi yang seharusnya meningkatkan gizi anak, bukan justru membahayakan kesehatan mereka,” tegas Roby, Sabtu (17/1/2026).

Selain persoalan kualitas makanan, Dear Jatim menilai pelaksanaan MBG di Sumenep rawan praktik korupsi, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga :  Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri

Roby menyebut terdapat indikasi kuat mark-up harga, penggunaan bahan pangan berkualitas rendah, serta lemahnya pengawasan dalam proses distribusi makanan.

Dear Jatim juga menyoroti minimnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola program MBG. Data penerima manfaat, menu makanan, hingga mekanisme distribusi dinilai tertutup dan sulit diakses publik.

“Tata kelola yang tertutup ini menghambat kontrol masyarakat, membuka ruang diskriminasi, serta berpotensi besar melahirkan penyimpangan anggaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dear Jatim turut mengungkap dugaan konflik kepentingan dan praktik nepotisme dalam penunjukan mitra pelaksana atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga :  Madura Night Vaganza 2025, Panggung Inovasi Pemerintah dan Kreativitas UMKM Lokal

Sejumlah mitra disebut memiliki afiliasi dengan aktor politik, militer, maupun pejabat pemerintah, tanpa melalui proses seleksi dan verifikasi yang terbuka serta transparan.

Roby juga mengingatkan pemerintah pusat mengenai potensi risiko terhadap keuangan negara. Besarnya anggaran MBG dinilai tidak diimbangi dengan skema prioritas penerima yang jelas, sehingga berpotensi membebani APBN dan membuka ruang perburuan rente.

Baca Juga :  Kunjungi Komisi Yudisial: Puskolegis FSH UINSA Perkuat Kerjasama Dan Materi PMKH

Berdasarkan temuan tersebut, Dear Jatim secara tegas mendesak Kementerian Keuangan RI untuk:

  1. Menghentikan sementara realisasi anggaran Program MBG ke Kabupaten Sumenep.
  2. Melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Sumenep.
  3. Membuka seluruh data MBG kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
  4. Menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan.
  5. Menghentikan kerja sama dengan mitra MBG yang terafiliasi dengan partai politik, militer, dan pejabat pemerintah.

“Jika pemerintah pusat tidak segera bertindak, Program Makan Bergizi berpotensi menjadi ladang korupsi baru yang pada akhirnya merugikan anak-anak serta keuangan negara,” pungkas Roby.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian
Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Media Expo 2026 Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Beri Apresiasi kepada Tiga Media Lokal

Berita Terbaru