MALANG, nusainsider.com — Bulan Muharram dimaknai Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, sebagai momentum untuk memperkuat kesabaran, memperbanyak amal saleh, sekaligus menghidupkan semangat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Pesan tersebut disampaikan Ali Zainal Abidin kepada seluruh relawan dan keluarga besar BIP Foundation, khususnya Tim Khusus (Timsus), di sela rangkaian BIP Tour D’Jatim Part II yang berlangsung di Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
Di hadapan para relawan, Ali menegaskan bahwa setiap ujian yang datang dalam perjalanan gerakan kemanusiaan harus dihadapi dengan kesabaran dan hati yang lapang.
Baginya, energi para relawan tidak seharusnya dihabiskan untuk menanggapi berbagai persoalan yang justru mengalihkan fokus dari tujuan utama organisasi.
“Saya tekankan kepada semua relawan, anggota BIP, khususnya anggota Timsus, jika menyikapi masalah itu cuma satu, sabar. Enak itu memfitnah Bang Ali, memfitnah BIP, biarkan… maafkan,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan kemanusiaan akan terus berkembang apabila seluruh relawan tetap menjaga semangat kebersamaan dan mengutamakan kepentingan masyarakat yang membutuhkan.
Ali juga menegaskan bahwa sejak awal dirinya berkomitmen untuk belajar dari para tokoh yang telah lebih dahulu mengabdikan diri di dunia sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh relawan agar tidak larut dalam berbagai polemik yang tidak membawa manfaat.
“Yang paling utama saya tekankan adalah bagaimana hak anak yatim semakin besar,” katanya.
Momentum Muharram, lanjut Ali, menjadi pengingat bahwa setiap ujian selalu diiringi pertolongan Allah SWT. Ia mengingatkan kisah para nabi yang penuh dengan nilai kesabaran, keteguhan, serta kemenangan setelah melalui berbagai cobaan.
“Sama seperti yang saya sampaikan saat sambutan di Malang, di bulan Muharram Allah menerima tobat Nabi Adam AS. Ada Nabi Ibrahim AS, Nabi Idris AS, Nabi Ayyub AS, Nabi Yunus AS, dan Nabi Musa AS. BIP juga diuji di bulan Muharram. Saya yakin ke depannya BIP pasti lebih sukses,” ungkapnya.
Selain mengajak untuk bersabar, Ali Zainal Abidin juga mengingatkan pentingnya menghormati seluruh tokoh dan lembaga yang selama ini mengabdikan diri di bidang sosial.
“Pak Arif kita hormati, Pak Purnomo kita hormati. Semua yayasan kita hormati. Kita harus saling menguatkan dalam kebaikan,” tuturnya.
Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa Fastabiqul Khairat harus menjadi ruh perjuangan seluruh keluarga besar BIP Foundation.
“Makanya terus Fastabiqul Khairat. Sabar dan kita maafkan,” pesannya.
Semangat tersebut bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui berbagai aksi nyata. Dalam rangkaian BIP Tour D’Jatim Part II, BIP Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai ratusan juta rupiah kepada sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas.
Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi madrasah senilai Rp100 juta, bantuan laptop dan printer untuk operasional yayasan, ratusan tas sekolah bagi anak yatim, hingga bantuan biaya kontrakan rumah selama tiga tahun bagi Yuliatin, seorang ibu yang baru menjalani operasi sekaligus kehilangan suaminya.
Melalui Tim Khusus (Timsus), BIP Foundation juga menyerahkan bantuan pembangunan Asrama Umar Syarif di Pondok Pesantren Rimba Wonoagung.
Asrama tersebut dibangun sebagai penghormatan kepada almarhum Umar Syarif, ayahanda Founder BIP Foundation, sekaligus diharapkan menjadi amal jariyah yang melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
Jejak kepedulian BIP Foundation sebelumnya juga terlihat dalam Gebyar Fastabiqul Khairat di Kabupaten Sumenep. Momentum yang semula merupakan resepsi pernikahan keluarga Founder BIP Foundation sekaligus peringatan ulang tahun sang istri, Fitria, diubah menjadi panggung besar berbagi kepada sesama.
Ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan, paket sembako, hadiah uang tunai, serta kesempatan memperoleh tiga paket umrah gratis. Bagi Ali Zainal Abidin, kebahagiaan keluarga akan terasa lebih bermakna apabila dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen tersebut terus berlanjut melalui berbagai program kemanusiaan, mulai dari pembangunan rumah layak huni bagi keluarga penyandang disabilitas, pembangunan sumur bor, santunan bagi lansia, penyandang disabilitas, pembagian ribuan seragam sekolah untuk anak yatim dan dhuafa, hingga bantuan bagi pondok pesantren, masjid, madrasah, serta berbagai program sosial lainnya di berbagai daerah.
Sebelumnya, melalui BIP Tour D’Jatim Part I di Kabupaten Lamongan, BIP Foundation juga menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. Program tersebut meliputi pembangunan masjid, pengadaan ambulans, bantuan ternak produktif, penguatan aset yayasan, pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Konsistensi menjalankan gerakan kemanusiaan berskala besar itu mengantarkan BIP Foundation menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas salah satu aksi sosial berskala nasional yang digagasnya.
Bagi H. Ali Zainal Abidin, keberhasilan sebuah gerakan tidak diukur dari banyaknya pujian, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, pada bulan Muharram yang penuh keberkahan ini, ia mengajak seluruh keluarga besar BIP Foundation untuk terus menjadikan Fastabiqul Khairat sebagai identitas perjuangan, menjawab setiap ujian dengan kesabaran, membalas setiap tantangan dengan karya nyata, serta memastikan semakin banyak anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat yang merasakan manfaat dari gerakan kemanusiaan BIP Foundation.
![]()
Penulis : Wafa
















