Sumenep Siapkan Arah Baru Pembangunan Berkelanjutan Lewat Energi Terbarukan

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Bappeda Sumenep bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Aula Bappeda setempat

Foto. Kepala Bappeda Sumenep bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Aula Bappeda setempat

SUMENEP, nusainsider.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mengoptimalkan arah pembangunan daerah berbasis keberlanjutan untuk lima tahun ke depan.

Salah satu fokus utama yang mulai dimatangkan adalah kebijakan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan ekonomi daerah.

Dalam rangka merumuskan kebijakan tersebut, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep menjalin koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta kalangan akademisi.

Pertemuan bersama lembaga pemerintah nonkementerian itu berlangsung di Sumenep, Kamis (22/01/2026) lalu.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa isu energi merupakan persoalan strategis yang harus dibahas secara serius. Menurutnya, energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan keberlanjutan pembangunan dan ketahanan ekonomi daerah.

“Energi menjadi salah satu fondasi utama pembangunan. Oleh karena itu, kebijakan yang disusun harus matang, terencana, dan berbasis riset,” ujar Arif.

Saat ini, Pemkab Sumenep mulai mempersiapkan strategi menuju transisi EBT melalui kebijakan yang terarah dan berbasis kajian ilmiah. Untuk itu, pemerintah daerah menilai dukungan dari lembaga riset nasional seperti BRIN sangat dibutuhkan, khususnya dalam penyediaan basis data, kajian ilmiah, serta pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan potensi lokal daerah.

Baca Juga :  Kunjungi Stand DPMD di Pameran Pembangunan, Bupati Fauzi Kagumi Inovasi Pangan Desa Manding

Arif menegaskan bahwa kebijakan EBT ke depan akan menjadi bagian integral dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hingga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Pengembangan EBT akan diarahkan secara terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga tidak berjalan parsial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Potensi tersebut antara lain tenaga surya, biomassa, biogas, hingga energi berbasis kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

“Potensi ini sangat besar, namun membutuhkan riset dan inovasi agar pemanfaatannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi dan kolaborasi antara Bappeda Sumenep dan BRIN, diharapkan terbangun harmonisasi visi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dengan demikian, kebijakan EBT yang dirumuskan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan mudah diterapkan di lapangan.

“Kami berharap ada rekomendasi kebijakan EBT yang realistis dan sesuai dengan karakteristik wilayah Sumenep,” terangnya.

Model pengembangan EBT yang dicanangkan Pemkab Sumenep juga ditekankan pada penerapan langsung di tengah masyarakat, sehingga manfaat energi terbarukan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Misteri di Balik Pembatalan Konferensi Pers Temuan Kokain 27,83 Kg di Sumenep

Target kemandirian energi ini diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkas Arif.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Penghargaan Gubernur untuk Rektor Unitomo, Dukungan Kemdiktisaintek Perkuat Citra Kampus Berdampak
Bentuk Doa dan Terima Kasih, JSI Sumenep Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar
Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah
Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini
Roadshow Madura, Senator DPD RI Lia Istifhama Perkuat Jaringan Pembangunan Berbasis Aspirasi Daerah
Unitomo Friendship Run 2026 Jadi Magnet Pecinta Lari, Ratusan Peserta Semarakkan Dies Natalis ke-45
Pilgub Jatim 2029 Mulai Menghangat, Emil Teratas, Lia Istifhama Kedua, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar
Sinergi untuk Ketahanan Energi, SKK Migas dan PC North Madura II Rangkul Nelayan Pesisir Sampang

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:12 WIB

Penghargaan Gubernur untuk Rektor Unitomo, Dukungan Kemdiktisaintek Perkuat Citra Kampus Berdampak

Senin, 27 Juli 2026 - 15:35 WIB

Bentuk Doa dan Terima Kasih, JSI Sumenep Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:35 WIB

Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 08:13 WIB

Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:25 WIB

Roadshow Madura, Senator DPD RI Lia Istifhama Perkuat Jaringan Pembangunan Berbasis Aspirasi Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:46 WIB

Pilgub Jatim 2029 Mulai Menghangat, Emil Teratas, Lia Istifhama Kedua, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:30 WIB

Sinergi untuk Ketahanan Energi, SKK Migas dan PC North Madura II Rangkul Nelayan Pesisir Sampang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:53 WIB

DPD RI Lia Istifhama sebut Sumenep Layak Jadi Kabupaten Kepulauan demi Masa Depan Maritim

Berita Terbaru