SUMENEP, nusainsider.com — Salah satu perusahaan rokok yang berasal dari wilayah timur Pulau Madura terus menunjukkan eksistensinya di tengah ketatnya persaingan industri tembakau nasional.
Perusahaan tersebut memperkenalkan dua varian produk Sigaret Kretek Tangan (SKT) terbaru sebagai alternatif pilihan bagi para penikmat rokok kretek, Sabtu (7/3/2026).
Dua produk yang kini mulai dipasarkan adalah DRT Exclusive dan DRT Apel. Kedua varian tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, yakni Rp10.000 per bungkus dengan isi 12 batang rokok.
Varian DRT Exclusive dirancang dengan mengedepankan perpaduan tembakau pilihan yang menghasilkan aroma kretek khas. Produk ini menyasar konsumen yang menginginkan sensasi merokok yang lebih halus dengan karakter rasa yang seimbang.
Dalam pengembangannya, DRT Exclusive menghadirkan konsep rasa yang diklaim lebih elegan. Kombinasi bahan tembakau yang digunakan dirancang agar mampu memberikan pengalaman merokok yang nyaman, sekaligus tetap mempertahankan ciri khas kretek tradisional yang menjadi identitas utama rokok SKT.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan varian DRT Apel, yaitu rokok kretek dengan sentuhan aroma buah apel yang memberikan kesan segar dalam setiap hisapan.
Varian ini ditujukan bagi segmen konsumen yang menyukai sensasi rasa lebih ringan namun tetap berpadu dengan karakter tembakau kretek.
DRT Apel tampil dengan kemasan bernuansa merah dan hijau yang merepresentasikan kesegaran buah apel. Desain tersebut sekaligus menjadi identitas visual yang membedakan varian ini dari produk lainnya di pasaran.
Kehadiran dua varian tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pangsa pasar sekaligus menghadirkan inovasi produk di tengah dinamika industri rokok yang terus berkembang.
Dengan harga yang tetap terjangkau, pihak perusahaan optimistis kedua produk tersebut dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat, khususnya para penikmat rokok kretek yang mencari variasi rasa baru dengan harga yang ramah di kantong.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya perusahaan dalam mempertahankan daya saing di industri rokok lokal, sekaligus memperkuat posisi produk tembakau asal Madura di pasar yang semakin kompetitif.
![]()
Penulis : Wafa
















