Ning Lia Sebut Akses Selat Hormuz untuk RI Dinilai Bentuk Penghargaan Iran atas Sikap Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SURABAYA, nusainsider.com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia. Di tengah situasi yang memanas, muncul kabar bahwa Iran memberikan akses khusus bagi kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Kabar tersebut mendapat perhatian dari Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama. Ia menilai langkah Iran tersebut sebagai bentuk penghargaan atas empati rakyat Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

“Langkah Iran membuka Selat Hormuz bagi kapal Indonesia dapat dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap empati rakyat Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di kawasan tersebut,” ujar Lia, Selasa (17/03).

Di sisi lain, dinamika geopolitik kawasan semakin kompleks. Ketegangan meningkat seiring laporan mengenai kemungkinan dukungan tidak langsung dari China kepada Iran.

Baca Juga :  Momentum Hari Santri, Lia Istifhama Ajak Santri Jadi Penjaga Moral Bangsa

Sejumlah sumber internasional menyebut Beijing tengah mempertimbangkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari dukungan finansial hingga penyediaan komponen tertentu yang berkaitan dengan sistem persenjataan.

Meski demikian, pemerintah China disebut masih berhati-hati dan berupaya menjaga jarak dari keterlibatan langsung dalam konflik yang kian memanas. Situasi ini juga terus dipantau oleh Amerika Serikat, terutama terkait kemungkinan perubahan arah kebijakan geopolitik China.

Menurut Lia Istifhama, dinamika tersebut harus dicermati secara serius oleh komunitas internasional. Ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah sangat berpengaruh terhadap jalur distribusi energi dunia.

“Jika benar ada perubahan arah kebijakan dari China terhadap Iran, hal ini tentu akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan. Stabilitas keamanan dan jalur distribusi energi dunia menjadi faktor yang sangat krusial,” tegasnya.

Selain itu, faktor energi menjadi pertimbangan utama bagi China dalam mengambil kebijakan. Negara tersebut diketahui sebagai salah satu pembeli utama minyak mentah dari Iran, sehingga stabilitas kawasan menjadi kepentingan strategis bagi perekonomian mereka.

Baca Juga :  Momentum Hari Guru, Satlantas Sumenep Tanamkan Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar

Di tengah situasi tersebut, Selat Hormuz tetap menjadi jalur vital distribusi energi global yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar dunia. Karena itu, keamanan jalur pelayaran di kawasan ini menjadi perhatian berbagai negara.

Sejumlah laporan juga menyebut kemungkinan keterlibatan Rusia dalam membantu Iran melalui jalur intelijen. Rusia diduga membagikan citra satelit serta data intelijen penargetan, termasuk pergerakan pasukan militer Amerika Serikat di sejumlah titik strategis di Timur Tengah.

Jika informasi ini terkonfirmasi, langkah tersebut berpotensi memperumit konflik dan meningkatkan ketegangan antar kekuatan besar dunia.

Baca Juga :  Tahap Akhir Seleksi Sekda Sumenep Rampung, Bupati Segera Tentukan Pilihan

Ketegangan kawasan meningkat tajam setelah serangkaian serangan dan aksi balasan antara Iran dan pihak lawannya. Laporan terbaru menyebut sejumlah tentara Amerika Serikat tewas akibat serangan pesawat nirawak yang diluncurkan Iran terhadap fasilitas militer di kawasan Teluk.

Sebagai bagian dari eskalasi, Iran juga dilaporkan meluncurkan ribuan pesawat nirawak serta ratusan rudal ke berbagai target strategis, termasuk fasilitas militer dan gedung diplomatik.

Sebagai respons, operasi militer balasan dari Amerika Serikat bersama Israel dilaporkan menghantam ribuan titik strategis di wilayah Iran.

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik regional yang dapat berdampak besar pada stabilitas keamanan global serta perdagangan energi dunia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru