Dari Hulu ke Hilir, Lia Istifhama Desak Pembenahan Industri Kakao Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menyoroti kebijakan impor kakao yang dinilai tidak selaras dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia.

Menurut Ning Lia, tingginya nilai impor kakao yang mencapai Rp18,7 triliun menjadi ironi di tengah potensi besar yang dimiliki Indonesia. Ia pun menyatakan dukungannya terhadap ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang turut menyoroti persoalan tersebut.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi ketegasan Bapak Prabowo Subianto yang menyoroti impor kakao Rp18,7 triliun. Ini sangat ironis, mengingat Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga dunia,” ujar Ning Lia.

Berdasarkan data, produksi kakao Indonesia pada tahun 2022 mencapai sekitar 739.483 ton.

Baca Juga :  Proses Politik Ning Lia, Komitmen Menguatkan Marwah Demokrasi Pemilu 2024

Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah Pantai Gading dan Ghana sebagai dua produsen terbesar global. Meski demikian, tingginya angka impor justru memunculkan pertanyaan terkait tata kelola industri kakao nasional.

Ning Lia mempertanyakan apakah terjadi kekurangan pasokan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, atau justru tingginya permintaan tidak diimbangi dengan penguatan sektor hulu, seperti peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

“Jika kita masuk dalam jajaran produsen terbesar dunia, seharusnya kita mampu menjadi pengekspor. Tapi jika justru mengalami defisit, maka perlu dipertanyakan seberapa besar kebutuhan industri kakao nasional hingga kita harus impor,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti arah pengembangan industri kakao nasional, baik dari sisi bahan mentah maupun produk turunannya. Ia menilai perlu adanya kejelasan apakah industri kakao Indonesia telah mampu bersaing di pasar global atau masih bergantung pada pasokan luar negeri.

“Pertanyaan mendasarnya, seberapa tinggi preferensi industri berbasis kakao sehingga kita harus impor? Apakah industri kakao kita sudah masuk pasar global? Jika kita bukan pengekspor bahan mentah, dan juga belum maksimal mengekspor produk jadi, maka mengapa kita gagal memaksimalkan potensi sumber daya alam sendiri?” paparnya.

Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok dan kebijakan hilirisasi industri kakao nasional.

Baca Juga :  Dari Sumenep ke Thailand, Maulana Ismail Siap Harumkan Indonesia

Penguatan sektor dari hulu hingga hilir dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pemain utama dalam perdagangan global produk kakao.

“Ini momentum untuk memperbaiki tata kelola industri kakao kita, agar tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga unggul dalam hilirisasi dan ekspor,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026
Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Berita Terbaru