SUMENEP, nusainsider.com — Konferensi Cabang (Koonfercab) ke XXII (Duapuluh Dua) Ikatan pelajar Putri Nahdlatul ulama (IPPNU) kabupaten Sumenep digelar Hari ini, Sabtu 27 Januari 2024.
Konferensi cabang IPPNU sumenep tersebut bertempat di Aula Universitas Bahaudin Madura (Uniba) dengan mengusung tema ‘Dare to dream, dare to reach (red. Berani bermimpi, berani menggapai).
Turut hadir, Wakil Bupati Sumenep Nyai Dewi Khalifah SH MH, Kapolres Sumenep, Asisten Setdakab, Kemenag Sumenep, Baznas Sumenep, Kadisbudporapar, Rektor Uniba Madura, Ranting dan Organisasi Kepemudaan Se-kabupaten Sumenep serta Tamu Khusus, Alumni IPPNU sekaligus sekretaris MUI Jawa Timur Dr Lia Istifhama M.E.I
Seperti biasa, sebelum menyampaikan sambutannya, Wakil Bupati Sumenep bersama Baznas kabupaten Sumenep memberikan Santunan kepada anak Yatim.
Dalam sambutannya, Dewi Khalifah atau yang biasa disebut nyai Eva menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep mengucapkan apresiasi dan terimakasih setinggi-tingginya kepada IPPNU yang telah berikhtiar bersama-sama untuk memberikan ruang gerak kepada Generasi Muda guna menjadi calon intelektual dan Ibu Bangsa.
Peran perempuan sangat menentukan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw ‘Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah perempuan yang Shalihah’, “kata Wakil Bupati Sumenep disela-sela Sambutannya, Sabtu 27/1/2024.
Sementara itu, Dr Lia Istifhama atau dikenal dengan Ning Lia menyampaikan bahwa ‘Dare to Dream, Dare to Reach’ mendorong Kita kaum perempuan untuk berani bermimpi dan berani berikhtiar meraih pencapaian serta membangun resolusi di era digitalisasi.
“Perempuan memang harus memiliki mimpi, namun jangan hanya menjadi pemimpi, melainkan juga pemimpin”, Ungkapnya.
Miliki mimpi, bangun resolusi. Buat beberapa pencapaian, kecil-kecil saja. Jangka pendek dulu, tidak usah muluk-muluk. Asalkan mudah dan bukan beban, Ambil yang mudah dan lepaskan yang bikin gundah.
Tokoh Perempuan Populer dalam ajang Madura Awards 2023 tersebut juga memberikan pesan tentang makna ‘Bangun peran tanpa jabatan’.
“Kaum perempuan harus semangat ambil peran tanpa harus terjebak mencari posisi jabatan belaka. Karena kalau kita enggan menjadi pribadi yang lebih maju, progresif, maka bagaimana dengan generasi mendatang? Sedangkan kaum perempuan adalah teladan bagi anak-anak,” jelasnya.
Ning Lia melanjutkan bahwa kaum perempuan punya keunggulan, yang diantaranya adalah sisi komunikasi.
Kaum perempuan itu unggul dalam hal komunikasi. Luwes serta cerdas memang yang utama, dalam komunikasi itu, jika menilik teori komunikasi Harold Lasswell, pastikan, dengan ‘siapa? (who?), berbicara apa? (says what?), di dalam saluran yang mana? (in which channel?), ditujukan untuk siapa? (to whom?), dan apa pengaruhnya? (what that effect?).
Seperti biasa, Ning Lia pun menyelipkan pantun untuk memantik semangat para peserta talk show.

“Hari ini pakai jibab hijau, cantik kata sang kekasih. Rumput tetangga bisa jadi tampak lebih hijau, tapi apalah arti jika itu imitasi. Maksudnya, jangan sampai melupakan apa yang kita miliki, tergoda atau baper dengan pencapaian orang lain, padahal belum tentu itu orisinil. Bisa jadi orang lain menampakkan kamuflase hanya untuk menarik perhatian,”Pungkasnya.
Perempuan Inovatif itu berharap, Adik-adik IPPNU harus focus bangun karya atas potensi yang dimiliki. Beli ketan dapat bonus jus srikaya, lupakan mantan fokus bangun karya.
Bertuturkatalah santun dari hati, bersenandunglah merdu agar terdengar syahdu. Tak apalah kau sekarang disakiti, asalkan kelak kaulah yang akan dirindu. Buat orang lain rindu karena karyamu kelak,” Harapnya.
![]()
















